Siloam Hospitals Manado Ingatkan Pentingnya Hidup Sehat

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, ,Siloam Hospitals Manado menghelat webinar kesehatan bertajuk "Mengenal dan Mencegah Hipertensi" dengan pembicara dokter Stella Palar, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi di rumah sakit tersebut. (Foto: Istimewa)



MANADO (IndonesiaTerkini.com)- Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, Siloam Hospitals Manado menghelat webinar kesehatan bertajuk "Mengenal dan Mencegah Hipertensi". Sebagai pembicara adalah dokter Stella Palar Sp.PD-KGH, yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi di Siloam Hospitals Manado yang beralamat di Jalan Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Mengutip data Riskesdas tahun 2018, dr Stella menyebutkan bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia, karena prevalensi yang tinggi (34,1%). Adapun Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan bahwa hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).

Terkait hal itu, kata dr Stella, tidak hanya orang tua saja yang perlu mewaspadainya, bahkan kini anak-anak muda memiliki risiko hipertensi yang tak kalah besar. "Hampir 95% kasus hipertensi dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Kasus hipertensi sendiri tercatat sebagai kasus kematian utama di seluruh dunia," katanya.

Lebih lanjut dr Stella mengatakan, aliran darah diedarkan ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah yang disebut arteri, tekanan darah adalah kekuatan mendorong darah dari dinding arteri. Dikenal tekanan darah sistolik yaitu setiap kali jantung berdenyut jantung memompa darah ke dalam arteri dan diastolik yaitu ketika jantung istirahat di antara denyutan ketika tekanan darah turun. "Contoh tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg," tutur dr Stella kepada lebih dari 10 lusin viewer antusias kali ini, Jumat (20/5/2022) di Kota Manado.

Dokter Stella melanjutkan, ketika tekanan darah tetap meningkat, kronik dalam waktu atau periode yang lama dapat dikatakan tekanan darah tinggi (hipertensi), tentu berbahaya karena dapat menyebabkan jantung bekerja terlalu berat dan menyebabkan kekakuan pembuluh darah (aterosklerosis). Penderita yang mempunyai tekanan darah melebihi 140/90 mmHg saat istirahat disebut hipertensi. Namun diagnosa hipertensi tidak dapat hanya mengandalkan sekali pemeriksaan, tetapi harus berulang untuk mengonfirmasi diagnosis hipertensi, sebagai pencegahan yang disebut hipertensi "jas putih" dan "hipertensi terselubung."

Kenali Faktor Penyebab dan Penanganan

Dalam edukasi bincang sehat yang diselingi sesi tanya jawab itu, dr Stella mengingatkan baik dari faktor penyebab hipertensi dibagi menjadi dua kategori yaitu primer yang presentasinya sekitar 90-95% dan tidak diketahui penyebabnya, serta sekunder sekitar 5%-10% yg penyebabnya diketahui seperti penyakit ginjal, metabolik, jantung dan pembuluh darah, kehamilan, obat obatan dan beberapa lainnya. "Dan evaluasi hipertensi oleh dokter setelah menegakkan diagnosis dan derajat hipertensi, berurutan seperti menepis kemungkinan penyebab sekunder, mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan penyakit penyerta yang mungkin ada, dan menentukan ada tidaknya kerusakan organ," katanya.

Serta apabila hipertensi tidak diobati dan tidak terkontrol, lanjut dr Stella, akan berisiko gagal jantung, serangan jantung, penyakit ginjal, dan kebutaan. "Konsultasikan dengan dokter anda yang akan memberikan obat penurun tekanan darah guna melindungi dan memperbaiki organ targe. Pahami pula sejumlah faktor risiko sekaligus teratur memeriksakan tekanan darah," pungkas dr Stella. (ym)

Labels: Kesehatan

Thanks for reading Siloam Hospitals Manado Ingatkan Pentingnya Hidup Sehat. Please share...!

Back To Top