Startup Manuva Digitalisasi Manufaktur UMKM Indonesia

Jajaran board of directors Manuva. (Foto: Dok)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Startup Manuva yang sebelumnya bernama Tjetak kini memperluas solusi bisnisnya untuk mendigitalisasi manufaktur UMKM dari hulu ke hilir bagi pelanggan businees to business (B2B) hingga retail. Manuva kini tidak hanya berfokus pada industri kemasan, tetapi menjangkau industri lain seperti elektrikal dan garmen.

Co-Founder Manuva Anggara Pranaspati menyampaikan, Manuva fokus berkolaborasi dengan perusahaan manufaktur skala kecil dan menengah yang umumnya masih belum mencapai utilisasi kapasitas maksimal. Perusahaan membantu mereka mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki dengan memproduksi barang jadi untuk pasar retail, atau menerima pesanan produksi dari brand lain (maklon). “Ekosistem Manuva membantu proses jual-beli barang jadi, produk custom, serta bahan baku dengan menggunakan tiga produk utama, yaitu manuva retail, manuva procure, dan manuva supply,” terang Anggara dalam konferensi pers terkait rencana bisnis startup Manuva, Selasa (17/5/2022).

Anggara menjelaskan, manuva retail membuka jaringan distribusi agar basis pelanggan toko ritel Manuva bisa menjual produk jadi dari para mitra manufaktur di tokonya masing-masing. Distribusi Manuva telah tersebar ke ribuan gerai ritel di lima provinsi dan 48 kota/kabupaten. Manuva procure adalah sistem e-procurement untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan manufaktur dalam pengadaan barang custom. Platform ini memudahkan pelaku manufaktur agar dapat menjangkau pelanggan B2B di seluruh Indonesia dan menawarkan kredibilitas lebih untuk proses penawaran harga, produksi, dan kontrol kualitas akhir. Sementara manuva supply adalah platform bagi pelaku manufaktur untuk bisa menerima pesanan, mengatur produksi, dan pembelian bahan baku. “Manuva memiliki misi untuk mendigitalisasi ekosistem manufaktur serta rantai pasok di Indonesia. Karena itu, kami fokus meningkatkan utilisasi kapasitas produksi melalui dua kanal penjualan untuk mitra manufaktur kami, yaitu toko retail dan B2B. Dukungan yang kami berikan tidak terbatas hanya peningkatan penjualan, tetapi meliputi efisiensi pada proses pembelian bahan baku mentah hingga akses kepada modal kerja dari LJK (Lembaga Jasa Keuangan) yang telah bekerja sama dengan Manuva,” tambah Anggara.

Melihat potensi pertumbuhan bisnis manufaktur skala kecil dan menengah di Indonesia, Manuva optimistis terus melebarkan sayap dan menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas ekosistem manufaktur digital. Pada tahun 2022, Manuva telah merencanakan strategi ekspansi untuk memiliki saluran distribusi di seluruh pulau Jawa, Bali, Sumatera serta beberapa kota besar lainya di Indonesia. Selain itu, Manuva juga akan fokus mengembangkan akuisisi manufaktur di vertikal baru, seperti manufaktur produk elektrikal dan garmen. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Startup Manuva Digitalisasi Manufaktur UMKM Indonesia. Please share...!

Back To Top