BFI Finance Agresif Garap Pembiayaan Industri Percetakan

Regional Manager BFI Finance Jatim dan Bali, Kadek Tirtayasa, Corporate Manager Surabaya BFI Finance, Lily Listyani dan Area Manager BFI Finance Surabaya, Bambang Hartoyo di sela Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 di Surabaya



SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) agresif menggarap industri percetakan yang belakangan pasarnya semakin tumbuh pesat.

Regional Manager BFI Finance Jatim dan Bali, Kadek Tirtayasa, mengatakan salah satu faktor yang mendukung tumbuhnya industri percetakan di Indonesia terus tumbuh antara lain adalah semakin berkembangnya sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang diinisiasi oleh masyarakat dan makin banyak jenis serta pilihan usaha mulai makanan dan minuman hingga produk inovasi yang memerlukan sentuhan industri percetakan untuk memperkuat branding produk. "Kami bekerja sama dengan para supplier mesin cetak untuk memberikan layanan pembiayaan bagi konsumen, dalam hal ini pelaku UMKM yang terus berkembang," katanya di sela kegiatan Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat (24/6/2022).

Menurut Kadek, digelarnya SPE 2022 yang pertama kali sejak pandemi tersebut menjadi kesempatan bagus bagi BFI Finance untuk meningkatkan kinerja pembiayaan yang tahun ini secara nasional ditargetkan sebesar Rp16 triliun, dan porsi Jatim sebesar 20%. Sektor machinery sendiri selama 2 tahun terakhir ini memang lesu dan melambat akibat pandemi. Untuk itu dalam pemulihan ekonomi saat ini terutama bagi UMKM kreatif perlu mendapat dukungan pembiayaan dan modal mesin. "Kami berharap portofolio kami di mesin ini meningkat. BFI Finance sendiri merupakan jasa pembiayaan multifinance produk yang tidak hanya untuk kendaraan motor dan mobil yang selama ini berkontribusi 80%, tetapi juga untuk pembiayaan mesin yang kontribusinya baru 20%," jelas Kadek.

Lebih lanjut Kadek menjelaskan, portofolio pembiayaan BFI Finance untuk machinery dikontribusi oleh mesin percetakan sekitar 40%, dan 45% mesin manufaktur serta isanya untuk lainnya. Tahun 2022 menjadi angin segar bagi industri kreatif setelah 2 tahun pandemi Covid-19, khususnya di sektor percetakan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya permintaan cetak kemasan, acara indoor, outdoor, garment sublime, hingga souvenir. "Dengan dukungan dari BFI Finance untuk pembiayaan, harapannya agar industri printing ini terus tumbuh dan berkembang melalui teknologi-teknologi yang ada," katanya.

Corporate Manager Surabaya BFI Finance, Lily Listyani menambahkan, dalam gelaran SPE ini BFI Finance hadir untuk memberikan pembiayaan mesin melalui kemudahan skema persetujuan cepat 5 hari, tenor hingga 36 bulan dan plafon pembiayaan hingga Rp 15 miliar. Skema pembiayaan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan industri dan daya saing yang sehat. "Karena ini baru pertama kali ikut gelaran SPE setelah pandemi, target pembiayaan kami tidak muluk-muluk. Namun kami bersyukur, dalam dua hari gelaran SPE ini sudah ada 10 pengajuan pembiayaan dengan plafon mulai Rp 500 juta sampai Rp1 miliar," ujarnya.

Sementara Area Manager BFI Finance Surabaya, Bambang Hartoyo menjelaskan, sejak masuk ke pembiayaan mesin pada 2014, BFI Finance berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan terpercaya. "Selain mesin printing, BFI Finance juga melayani pembiayaan mesin supporting (generator set dan compressor), industri textille and garment hingga kebutuhan industri manufaktur dan akan merambah ke sektor industri alat kesehatan hingga IT Equipment," tuturnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading BFI Finance Agresif Garap Pembiayaan Industri Percetakan. Please share...!

Back To Top