Cara Kembangkan Bisnis dengan Influencer Marketing

Acara ShopeePay Talk yang disiarkan secara daring



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Figur publik di media sosial atau yang kerap disebut sebagai influencer, kini menjadi pilihan saluran komunikasi yang diandalkan oleh para brand untuk mengomunikasikan produk hingga memperluas jangkauan target pasar. Tidak hanya bisnis skala besar, bisnis kecil dan menengah pun kini mulai memanfaatkan strategi marketing ini berkat akses serta kesempatan luas yang tersedia di media sosial.

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari mengatakan, sejalan dengan bertambahnya berbagai platform dan fitur pendukung di media sosial, influencer menjadi corong komunikasi yang makin dilirik brand untuk mengembangkan bisnisnya. "Namun, di tengah padatnya konten yang malang melintang di media sosial, brand perlu memikirkan dan mempersiapkan strategi yang tepat agar dapat menyentuh target audiens yang sesuai. Brand perlu memahami strategi pemilihan influencer, pembuatan narasi yang engaging, hingga akhirnya menghasilkan kolaborasi dengan influencer yang tepat sasaran," ujar Eka Nilam dalam acara ShopeePay Talk yang disiarkan secara daring.

Episode ShopeePay Talk kali ini mengundang tiga pembicara yaitu Reina Devianti Triswan, Head of Marketing Rollover Reaction dan Alchemist Fragrance dan Galih Ruslan, Owner of Kylafood, serta Desy Bachir, Digital Marketing Professional and CMO of Samara Media dan Entertainment. Mereka berbagi trik strategis kembangkan bisnis dengan influencer marketing di perusahaannya masing-masing. Dari diskusi tersebut, disimpulkan tiga poin yang perlu diperhatikan pebisnis saat hendak mengimplementasikan strategi influencer marketing.

Pertama, pilih influencer yang sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh brand. Desy Bachir, Digital Marketing Professional and CMO of Samara Media dan Entertainment mengatakan, kunci memilih influencer berpaku pada tujuan dari kolaborasi tersebut dan melihat lebih dalam lifestyle yang ditunjukkan influencer di media sosialnya. Selain itu, membangun pondasi trust yang kuat juga penting untuk menambah keterikatan dengan audiens. Pasalnya, kata Desy, sekarang ini audiens sudah lebih peka untuk membedakan mana konten yang disponsori oleh brand maupun yang tidak. Oleh karena itu, penting bagi brand untuk memilih influencer yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan komunikasi brand dan target audiens agar pesan dapat tersampaikan dengan baik. "Influencer pun akan lebih mudah untuk mempromosikan produk yang sesuai dengan gaya hidup mereka," ujar dia.

Dalam hal ini, brand juga perlu memerhatikan gaya masing-masing influencer dalam berkomunikasi dengan audiensnya, serta mendengarkan juga feedback dari influencer. Bagaimana pun, merekalah yang paling memahami audiens masing-masing. "Seiring berjalannya waktu, brand harus mempertahankan dan bahkan memperkuat hubungan tersebut dengan cara mengomunikasikan brand value-nya secara konsisten sehingga dapat menarik perhatian audiens melalui pendekatan emosional," lanjut Desy.

Kedua, tak melulu endorse, brand juga bisa melakukan inisiatif seru lainnya bersama influencer. Dalam menjalankan strategi pemasaran bersama influencer, brand dapat mengeksplorasi berbagai kegiatan yang sesuai dengan objektif, mulai dari ulasan produk, kampanye, hingga merilis produk kolaborasi bersama sang influencer, seperti yang kerap dilakukan oleh brand kecantikan lokal Rollover Reaction.

Head of Marketing Rollover Reaction and Alchemist Fragrance Reina Devianti Triswan menyampaikan, di tengah padatnya konten media sosial, brand harus eksploratif dalam merancang strategi influencer marketing agar publik tidak jenuh. Menurutnya, brand perlu memahami terlebih dahulu beberapa aspek, mulai dari objektif, produk yang ingin dipasarkan, target pasar dari produk tersebut, hingga besaran biaya yang dianggarkan untuk kemudian dapat lebih eksploratif dan kreatif dalam membuat kampanye. Selain secara konsisten mengumpulkan ulasan produk, Reina juga kerap meluncurkan produk kolaborasi dengan influencer sambil tetap mempertahankan value dari Rollover Reaction, yaitu fuss-free beauty melalui produk yang anti ribet dan multifungsi.

"Kami juga selalu berupaya mengangkat nilai women empowerment di setiap kampanye untuk produk koleksi kolaborasi. Tentunya, kolaborasi tersebut juga dilakukan untuk sama-sama memberikan manfaat tidak hanya untuk brand, tapi juga untuk influencer itu sendiri, karena dapat meningkatkan kredibilitas serta kepercayaan dari konsumen terhadap keduanya," katanya.

Ketiga, pemanfaatan influencer untuk bisnis kecil melalui story telling yang engaging. Dengan kesempatan dan fasilitas yang terbuka lebar, bisnis kecil dan menengah pun kini bisa mengembangkan bisnisnya dan bersaing dengan pasar melalui strategi influencer marketing. Tentunya, para UMKM dapat menyesuaikan dengan bujet pemasaran yang dimiliki.

Menurut Desy, para influencer mikro atau nano yang memiliki followers mulai dari 1.000 juga memiliki dampak yang besar jika dibalut dengan story telling yang engaging. Influencer mikro atau nano dinilai memiliki engagement yang lebih tinggi dan lebih dipercaya oleh para followers-nya karena kebanyakan followers mereka adalah teman atau circle mereka sendiri. "Apa pun strategi yang dilakukan, brand perlu merujuk kembali kepada tujuan dan consumer insight yang ada," tegas Desy.

Strategi tersebut juga dilakukan oleh Kylafood bersama sederet influencer kuliner. Owner of Kylafood Galih Ruslan mengatakan, saat ini ada banyak platform bebas biaya yang dapat dimanfaatkan oleh brand untuk mengetahui tingkat kedekatan serta interaksi para influencer dengan audiensnya, sehingga bujet pemasaran dapat tepat sasaran. Pebisnis juga harus jeli dalam melihat tren agar bisa mengemasnya menjadi sebuah konten yang unik. Selain itu, melihat banyaknya food vlogger yang ada sekarang, UMKM juga direkomendasikan untuk meminta ulasan yang jujur dari mereka. "Di Kylafood, kami menghargai dan bersyukur untuk tiap review organik yang kami terima. Sebagai bentuk apresiasi, kami pun mengemasnya menjadi konten 'Review Selebgram ' untuk memberikan rekomendasi kepada calon pembeli maupun mempertahankan pelanggan setia," tutur Galih. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Cara Kembangkan Bisnis dengan Influencer Marketing. Please share...!

Back To Top