Gandeng Equine Global, Amar Bank Targetkan Tata Kelola TI

Aplikasi Financial Technologi Tunaiku dari PT Amar Bank Indonesia



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), bank digital-only pertama di Indonesia berkolaborasi dengan Equine Global meningkatkan efisiensi dan produktivitas sistem teknologi informasi (TI) dengan menerapkan tata kelola TI dan melakukan penilaian kematangan TI (ITMA) berdasarkan kerangka COBIT 2019. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kematangan digitalnya sesuai standar cetak biru transformasi digital perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Chief Technology Officer (CTO) Amar Bank Kevin Kane mengatakan, sistem TI yang efisien diperlukan untuk meningkatkan tingkat kematangan bank digital untuk mendukung dua produk digital Amar Bank yakni Tunaiku (platform pinjaman digital) dan Senyumku (mobile-only intelligent bank). "Dengan menerapkan prinsip, model, dan praktik terbaik COBIT 2019, kami dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan produktivitas sistem TI dengan tetap menjaga kepatuhan dan keamanan informasi," kata Kevin, Selasa (14/6/2022).

Dikembangkan Information Systems Audit and Control Association (ISACA), organisasi internasional yang diakui 150.000 anggota di seluruh dunia, COBIT 2019 adalah kerangka kerja komprehensif yang selaras dengan praktik, alat analisis, dan model yang diterima secara global yang dapat membantu Amar Bank menangani permasalahan bisnis secara efektif melalui tata kelola dan manajemen informasi dan teknologi (enterprise governance of IT/EGIT).

COO Equine Global Hendra Kusumawidjaja mengatakan Penilaian Kematangan Teknologi Informasi (ITMA) berdasarkan kerangka COBIT 2019 oleh Equine Global untuk Amar Bank, terdiri dari dua tujuan utama yakni memperkuat struktur dan keunggulan kompetitif, serta memperkuat tata kelola TI dan manajemen risiko. "Mengukur tingkat kematangan digital suatu perusahaan berdasarkan COBIT 2019, khususnya di sektor perbankan, sangatlah penting. Selain memenuhi standar regulator, memperluas pengukuran untuk memasukkan tren perkembangan saat ini akan membantu Amar Bank, menjadi yang terdepan," kata dia.

Sementara asesmen OJK terhadap Digital Maturity Assessment for Bank (DMAB) pada 2021 menemukan bahwa nilai rasio rata-rata tingkat kematangan bank digital di Indonesia terhadap rasio maksimum tingkat kematangan digital belum memadai. Terdapat enam aspek kriteria yang juga mencakup persentase rata-rata penilaian DMAB terhadap tingkat kematangan digital maksimum di Indonesia yakni data (57%), teknologi (50%), manajemen risiko (43%), kolaborasi (53%), tata kelola perusahaan (46%), dan nasabahn (50%). (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gandeng Equine Global, Amar Bank Targetkan Tata Kelola TI. Please share...!

Back To Top