Inovasi Wahyoo Mudahkan Pengusaha Kuliner Dapat Bahan Baku

(Ki-Ka) COO Wahyoo Daniel Cahyadi, CEO Wahyoo Peter Shearer, Investor Wahyoo Patrick Yip, dan CTO Wahyoo Michael Dihardja



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemanfaatan teknologi digital terbukti telah membantu banyak pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya. Di industri kuliner, salah satu platform yang banyak digunakan yaitu Wahyoo. Saat ini sudah ada lebih dari 21.000 usaha kuliner yang mempercayakan layanan Wahyoo untuk keberlangsungan bisnisnya. Sebagai perusahaan enabler industri kuliner di Indonesia, Wahyoo punya misi untuk menyediakan solusi bagi para pemilik usaha kuliner dengan mengoptimalkan jaringan distribusi dan layanan menggunakan teknologi berbasis aplikasi. Para mitra dapat memperoleh bahan baku dengan kualitas terjamin dan harga bersaing dengan berbelanja lewat aplikasi. Wahyoo juga menghadirkan program loyalty, cashback saldo dompet Wahyoo, fitur pembayaran dengan tempo tujuh hari, serta layanan pengantaran bahan baku.

Karis, salah satu mitra Wahyoo Kitchen Partner Tambora yang telah bergelut di dunia kuliner selama 10 tahun mengungkapkan, dengan belanja di Wahyoo, ia bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang stabil dan bersaing dibandingkan pasar yang cenderung kurang stabil. "Saya juga tidak perlu pergi ke pasar lagi karena Wahyoo bisa mengantar langsung ke lokasi usaha kuliner saya tanpa dipungut ongkos pengiriman,” ujar Karis, Sabtu (4/6/2022).

Pada awalnya, Karis berfokus pada bisnis makanan ringan dan warteg. Setelah menjadi mitra Wahyoo, Karis memperluas bisnis kulinernya dengan brand Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT) yang berada di bawah naungan Wahyoo Kitchen Partner dan berhasil menghasilkan peningkatan omzet bisnis hingga 50%. Wahyoo sendiri memberikan kesempatan bagi para mitra untuk menambah revenue dengan membuka usaha kuliner yang dikelola melalui Wahyoo Kitchen Partner. Selain BGBT, terdapat dua brand lain yaitu Ayam Paduka dan Bakso Bikin Tajir yang secara keseluruhan telah memiliki 200 outlet di Jabodetabek, Semarang, Bali, dan wilayah lainnya. Konsep bisnis yang ditawarkan oleh Wahyoo Kitchen Partner tersebut menyerupai tren cloud kitchen atau ghost kitchen yang tengah marak di era digital ini. Hal ini berarti mitra hanya perlu mengoptimalkan kapasitas dapur dari bisnis yang telah tersedia untuk dapat menjual menu tambahan dari brand Wahyoo Kitchen Partner. Salah satu fitur lain yang ditawarkan dalam aplikasi Wahyoo adalah Dompet Wahyoo. Selain dapat menggunakannya untuk berbelanja, para mitra juga dapat menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran pelanggan usaha kuliner.

“Fitur yang paling menguntungkan adalah Dompet Wahyoo karena terintegrasi dengan pembayaran QRIS. Pembayaran oleh pelanggan di QRIS langsung masuk saat itu juga, sehingga bisa langsung dipakai untuk belanja tanpa harus menunggu waktu penerimaan dana yang umumnya memakan waktu 1-2 hari,” ungkap Ng Ay Hiong, pemilik RM Anugrah.

Ng Ay Hiong menambahkan, fitur pengiriman terjadwal juga sangat membantu. Ia bisa memastikan bahan baku sampai tepat waktu sebelum jam 8 untuk memulai bisnis. Saat ini, sebanyak 80% kebutuhan bahan baku dari usahanya di-supply oleh Wahyoo. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Inovasi Wahyoo Mudahkan Pengusaha Kuliner Dapat Bahan Baku. Please share...!

Back To Top