Konser Musik Nada Anak Indonesia Ingin Lestarikan Lagu Anak

Satu Production dari LSPR Communication & Business Institute menggelar konser musik “Nada Anak Indonesia” di Cinepolis, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Senin 20 Juni 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Satu Production dari LSPR Communication & Business Institute menggelar konser musik “Nada Anak Indonesia” untuk melestarikan lagu-lagu anak. Konser ini diadakan di Cinepolis, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

“Satu Production memiliki pesan penting bahwa lagu anak-anak memiliki pesan moral baik bagi anak sehingga lagu tersebut dapat terus dilestarikan. Tak hanya itu, Satu Production bekerja sama dengan Sekolah Kami untuk mengumpulkan donasi yang nantinya akan membantu teman teman kaum dhuafa dan pemulung agar dapat bersekolah dengan layak,” ujar Mikhael Yulius Cobis selaku dosen pembimbing serta Dekan Fakultas Komunikasi, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR.

Konser musik “Nada Anak” dipimpin oleh Jeremy Zivanya sebagai Ketua Produksi, Marcella Rafika Tangahu sebagai Kepala Marketing & Administrasi, Billy Delivio sebagai Pengarah Artistik, Salsabila Hana Putri sebagai asisten pengarah artistik, dan Wulan Naushaba sebagai Kepala Humas dari Nada Anak Indonesia: Euforia dalam Nostalgia.

“Alasan kami menyelenggarakan konser musik Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia, juga sebagai syarat untuk menjadi sarjana Ilmu Komunikasi dari jurusan Performing Arts Communication. Selain itu, kami merasa bahwa lagu anak-anak di zaman sekarang sangat jarang diputar dan dikenali oleh anak anak usia 8-15 tahun. Oleh sebab itu kami ingin membantu melestarikan lagu-lagu anak Indonesia,” kata Billy.

Menurut Billy, pesan Satu Production untuk generasi muda adalah lagu yang memberikan dampak baik dalam hidup kami, melalui lagu anak banyak kenangan indah yang tersimpan dan makna yang baik yang terkandung di dalamnya. “Kami berusaha untuk memberikan edukasi, dan berdampak baik bagi masyarakat luas walaupun tidak menjadi hal yg menarik semua pasang mata didunia, tetapi pasti ada percikan semangat millennials dan Zillennials yg akan meneruskan api semangat dalam pelestarian lagu anak di industri musik Indonesia,” tambahnya.

Satu Production diinisiasikan oleh 3 Mahasiswa/i aktif LSPR Institute Jakarta batch 22 dan didukung oleh 53 relawan dalam proses pembuatan acara sebagai syarat untuk menjadi sarjana Ilmu Komunikasi dari jurusan Performing Arts Communication. Dengan proses persiapan yang relatif singkat, yaitu 3 bulan secara luring dan daring, Satu Production berhasil menghasilkan karya lagu anak anak dengan cara melakukan perubahan pada aransemen dengan tujuan pendidikan. Seluruh proses latihan luring tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah.

“Hal yang paling menantang dalam proses pembuatan konser musik ini, yaitu proses pembuatan aransemen yang ingin dibuat, agar masyarakat khususnya generasi zillenial bisa terus mengingat aransemen yang dibuat oleh Satu Production,” tambah Jeremy.

Lebih jauh, Marcella sebagai Kepala Marketing, mengatakan hal mennarik yang ditemukan dalam proses kegiatan ini adalah bahwa gambaran anak-anak yang berusia 8-15 tahun di zaman ini. Anak-anak itu lebih mengetahui lagu-lagu yang sedang tren di Platform TikTok dibandingkan lagu anak pada umumnya. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Konser Musik Nada Anak Indonesia Ingin Lestarikan Lagu Anak. Please share...!

Back To Top