Pabrik Bio-CNG PTPN Group Ditargetkan Beroperasi 2023

Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno, dan Direktur Utama PT KIS Biofuels Indonesia K R Raghunath menandatangani perjanjian kerja sama bangun serah guna (BSG) pabrik BioCNG di PKS Mayang, di Kantor Pusat Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), 29 Juni 2022. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M Abdul Ghani, turut menyaksikan proses penandatanganan perjanjian tersebut



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) fokus mengembangkan dan meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Salah satunya, membangun pabrik Bio-CNG di areal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mayang yang dikelola PTPN IV.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M Abdul Ghani, mengatakan, pabrik Bio-CNG milik PTPN IV yang dibangun melalui kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) ini, akan memiliki kapasitas produksi Bio-CNG hingga 210 MMBtu per hari atau setara 73.500 MMBtu per tahun. "Besar harapan, pabrik Bio-CNG ini mulai beroperasi pada semester II 2023. Pengoperasian pabrik ini akan berdampak pada kelestarian lingkungan dan penambahan portofolio bisnis berkelanjutan milik perseroan," kata Ghani, Kamis (30/6/2022).

Ghani menjelaskan, ketika pabrik Bio-CNG di PKS Mayang ini mulai beroperasi, akan terjadi penurunan emisi karbon sebesar 25.000 ton CO2 per tahun. "Selain itu, proyek pembangunan dan pengoperasian pabrik Bio-CNG ini akan menambah keterampilan, wawasan, keahlian, serta penguasaan teknologi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), mulai dari level komisaris, direksi, dan karyawan PTPN Group," jelasnya.

Dia mengatakan, sejalan dengan usulan Program Strategis Nasional (PSN) yang diusulkan melalui Kementerian BUMN dan Kemenko Perekonomian, PTPN III (Persero) selaku Holding BUMN Perkebunan mencanangkan program akselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan berupa pengembangan pabrik Bio-CNG berbasis limbah cair kelapa sawit (POME). "Hal ini disamping mendukung pencapaian target bauran EBT Nasional juga mendukung program penyelenggaraan nilai ekonomi karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021," paparnya.

Menurut Ghani, dalam usulan Program Strategis Nasional tersebut, Holding Perkebunan Nusantara akan membangun 6 unit Pabrik Bio-CNG, termasuk Pabrik Bio-CNG di PKS Mayang milik PTPN IV. "Sesuai estimasi, total potensi kapasitas keenam pabrik Bio-CNG milik PTPN Group dapat mencapai 1,3 juta MMBtu per tahun. Manajemen PTPN Group menargetkan pembangunan dan pengoperasian keenam Pabrik Bio-CNG ini dapat terlaksana pada tahun 2026," tandasnya.

Menurut Ghani, masyarakat mengenal compressed natural gas atau CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini termasuk bahan bakar fosil yang bersumber dari pengolahan gas alam dari perut bumi. Seiring perkembangan teknologi, muncul inovasi konversi limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi Compressed Bio Methane Gas atau Bio Compressed Natural Gas (Bio-CNG). Keunggulan Bio-CNG adalah ramah lingkungan serta rendah emisi karbon. "Salah satu pilar transformasi perusahaan adalah akselerasi teknologi hijau di lingkup perusahaan. Kami berharap, pembangunan 6 pabrik Bio-CNG ini, akan mendorong percepatan dan menambah bauran EBT di lingkup PTPN Group dan nasional," imbuhnya.

Ghani menambahkan, dalam proyek pembangunan 6 pabrik Bio-CNG ini, PTPN Group akan bekerja sama dengan mitra strategis, yang telah memiliki portofolio bisnis di bidang biofuels. Terutama perusahaan yang memiliki kompetensi dan pengalaman mengolah limbah sawit menjadi sumber EBT. "Total produksi listrik berbasis EBT di PTPN Group sebesar 318 MW atau setara 1.831.680 MWh per tahun,” ujar Abdul Ghani.

Lebih lanjut, Ghani menerangkan, dari 318 MW energi yang dihasilkan maka potensi penurunan emisi karbon (dekarbonisasi) mencapai sebesar 1,9 juta ton CO2 per tahun.

Portofolio Bisnis EBT PTPN Group mencakup kepemilikan 10 Pembangkit Listrik Tenaga Air atau Hidro (PLTA). Selain itu PTPN Group juga memiliki Pembangkit Listrik dengan bahan baku Biomassa (PLTBm), pembangkit listrik berbasis Biogas dari Palm Oil Mill Effluent (PLTBg), Biogas Co-firing, Bioethanol, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pabrik Bio-CNG PTPN Group Ditargetkan Beroperasi 2023. Please share...!

Back To Top