Platform StaffAny Dorong Manajemen SDM Berbasis Teknologi

CTO StaffAny Jeremy hon, CRO StaffAny Eugene Ng, CPO StaffAny Kai Yi Lee, dan CEO StaffAny Janson Seah



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- StaffAny, aplikasi yang dibuat untuk membantu pelaku usaha dalam manajemen pegawai baru-baru ini meluncurkan program Startup Plan untuk mendorong manajemen SDM berbasis teknologi. Semenjak diluncurkan pada Maret 2022, Startup Plan telah menggaet lebih dari 400 pengguna institusi. Startup Plan kini juga dibuka untuk perusahaan rintisan baru yang berusia di bawah 1 tahun dengan jumlah tim di bawah 25 orang.

CEO dan Co-Founder StaffAny Janson Seah menjelaskan, peluncuran produk ini didasari oleh kebutuhan digitalisasi dari berbagai industri yang masih menggunakan cara manual dan kertas dalam proses perencanaan dan penanganan SDM. Klien-klien StaffAny mampu menghemat hingga 3% biaya tenaga kerja per jam setelah menggunakan platform StaffAny. “Kami memahami tantangan pemilik bisnis dalam pengaturan karyawan berbasis shift. Aplikasi StaffAny dirancang untuk menjadi standar emas industri kedepannya dalam menghadapi tantangan ini. Tujuannya agar para klien kami meninggalkan cara lama yang bersifat manual dan mengadopsi sistem berbasis cloud untuk seluruh proses penanganan SDM, di mulai dari pengaturan shift, cuti, penjadwalan kerja, hingga kalkulasi pembayaran serba otomatis,” kata Janson Seah, Rabu (8/6/2022).

Melalui teknologi StaffAny, lanjut Janson, pengguna dapat dengan mudah membuat dan memperbaharui jadwal kerja untuk memastikan sinkronisasi dan meminimalisir kesalahan setiap pegawai. "Sistem juga akan melakukan sinkronisasi secara langsung, sehingga manajer hanya perlu memeriksa dan melakukan penyesuaian ketika dibutuhkan," jelasnya.

Janson menambahkan, bisnis yang baru berdiri cenderung tidak punya waktu ataupun keterampilan untuk mentransformasi operasional menjadi serba-digital dan serba-otomatis. Hal ini cenderung menimbulkan tantangan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya perusahaan seperti absensi kehadiran, kesalahan penugasan shift, penyalahgunaan waktu kerja, bahkan kesalahan pembayaran lembur.

Ia melihat bahwa 60% bisnis baru gagal dalam dua tahun pertama karena manajemen staf dan perencanaan sumber daya yang kurang profesional. Dengan adanya pandemi selama tiga tahun terakhir, kebutuhan terhadap industri SDM dan personalia di seluruh dunia mengalami peningkatan yang signifikan. Tanpa terkecuali, Indonesia pun menghadapi tantangan baru yang terus berkembang dan menuntut kebutuhan akan standar digitalisasi manajemen tenaga kerja. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya jumlah pekerja lepas (freelancer), komunikasi berbasis teknologi, serta lebih fokus pada kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Seiring dengan perubahan tersebut, janson mengatakan StaffAny juga tengah mempersiapkan solusi khusus untuk meminimalisir turn over staf.

"Kedepannya, selain manajemen waktu dan shift, StaffAny juga akan membantu pelaku usaha untuk meningkatkan interaksi dan engagement dengan para karyawan," pungkas Jason. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Platform StaffAny Dorong Manajemen SDM Berbasis Teknologi. Please share...!

Back To Top