Sarana Jaya Kolaborasi dengan BPKH di Sektor Properti

Penandatangan nota kesepahaman oleh Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), A Iskandar Zulkarnain dan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Agus Himawan Di Gedung Bidakara I pada Senin 20 Juni 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjalankan kerja sama yang meliputi potensi kegiatan investasi, pemanfaatan data dan informasi dan kerja sama lainnya. Hal ini ditandai penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Agus Himawan dan Anggota Badan Pelaksana BPKH A Iskandar Zulkarnain.

Agus Himawan mengatakan saat ini terjadi backlog perumahan cukup tinggi di sektor properti baik di tingkat nasional khususnya di DKI Jakarta. “Sebagai BUMD DKI, kami diberi penugasan menyiapkan perumahan hunian terjangkau, sinergi yang kita manfaatkan ini akan bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Agus dalam acara penandatanganan MoU Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan BPKH di Menara Bidakara I Jakarta, Senin (20/6/2022).

Dia menuturkan dalam 2 tahun terakhir Perumda Pembangunan Sarana Jaya telah melakukan pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 2.500 unit. Dalam 10 tahun ke depan Pembangunan Sarana Jaya akan melakukan pembangunan 15.000 unit rumah untuk MBR. “Kami akan menyiapkan di beberapa lokasi, hampir 15.000 unit akan kami siapkan untuk pengadaan penyiapan perumahan Tentunya kami tidak akan mampu menyiapkan ini sendiri, harus bersinergi baik dengan mitra strategis kami, maupun dari aspek pembiayaan,” ucap Agus.

Adapun misi perusahaan Sarana Jaya salah satunya menjalin kemitraan strategis untuk menciptakan nilai (value creation) produk dan jasa yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Dalam menjalankan hal tersebut, Sarana Jaya melakukan kolaborasi, salah satunya dengan BPKH. "Kalau bisa kita wujudkan kerja sama investasi ini, maka harapannya akan menciptakan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Jakarta ya. Ke depannya kolaborasi ini dapat berperan aktif dalam mendorong pembangunan Kawasan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Agus mengatakan untuk pembiayaan, berdasarkan ekuitas perusahaan, penanaman modal daerah (PMD), mitra strategis atau investor hingga penjajakan ke perbankan dan penerbitan surat berharga. Dalam setiap proyek, imbuhnya, pihaknya meminta pendampingan dari Kejaksaan Tinggi DKI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mitigasi risiko. “BUMD DKI Jakarta diminta untuk mencari alternatif pembiayaan yang bermanfaat dan tidak menyalahi aturan,” ucapnya.

Anggota BPKH A Iskandar Zulkarnain menuturkak kolaborasi antara BPKH dan Sarana Jaya diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional khususnya di Jakarta lewat nilai manfaat BPKH di masa mendatang. “Kerja sama dengan Sarana Jaya ini tujuannya sangat mulia untuk memberikan tempat tinggal ke masyarakat,” ucap Iskandar.

Kedua belah pihak juga menjajaki kemungkinan kerja sama pengembangan properti yang belakangan dirasakan telah kembali bangkit di tengah masa pandemi ini. “BPKH tidak memiliki expertise terkait struktur gedung dan bangunan, tetapi Sarana Jaya memiliki ahli di bidang tersebut,” ucap Zulkarnain. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Sarana Jaya Kolaborasi dengan BPKH di Sektor Properti. Please share...!

Back To Top