Good Doctor, Predigti dan Wolters Kluwer Berupaya Cegah Kesalahan Diagnostik

Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor), Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti) dan Wolters Kluwer, berupaya mencegah kesalahan diagnostik



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor), Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti) dan Wolters Kluwer, berupaya mencegah kesalahan diagnostik. Sebagai platform telemedicine pertama di Indonesia yang bermitra dengan UpToDate, Good Doctor berkomitmen terhadap kualitas medis dan layanannya. Good Doctor tidak hanya memberikan rekomendasi tetapi memastikan bahwa rekomendasi yang diberikan berkualitas terbaik, demi kebaikan pasien.

“Memang kami masih dalam tahap awal telemedicine, yaitu telekonsultasi. Namun, pada tahap awal ini, kami telah menjamin aspek kualitas medis dari layanan telekonsultasi kami dengan memperlengkapi dokter kami untuk memberikan telemedicine berbasis bukti bagi pengguna kami,” kata Head of Medical, PT Good Doctor Technology Indonesia, Adhiatma Gunawan, Senin (18/7/2022).

Adhiatma mengaku senang Good Doctor dapat bermitra dengan UpToDate, industri terkemuka dalam dukungan keputusan medis karena meningkatkan akses dokter kami ke sumber medis terbaru dan tepercaya. "Dengan memperlengkapi dokter kami dengan informasi medis terbaru dari UpToDate yang merupakan platform yang diakui secara internasional, kami memastikan bahwa standar perawatan kami juga mengikuti standar internasional,” katanya.

UpToDate menyediakan akses ke lebih dari 12.000 topik klinis di 25 spesialisasi, lebih dari 9.500 rekomendasi bertingkat, lebih dari 6.900 entri obat khusus, dan lebih dari 200 kalkulator medis untuk mendukung dokter kami dengan akses ke informasi dan sumber daya medis yang valid, tepercaya, dan diperbarui. Beberapa negara ini sudah membuktikan keunggulan UpToDate. Para peneliti di National University Hospital Singapura menemukan bahwa penggunaan UpToDate menyebabkan perubahan dalam keputusan klinis sebanyak 37%. Di sebuah rumah sakit di Jepang, tingkat kesalahan diagnosis untuk pasien yang diperiksa dokter menggunakan UpToDate adalah 2%, dibandingkan dengan 24% untuk pasien yang diperiksa dokter tanpa UpToDate. Para peneliti di Universitas Harvard menyimpulkan bahwa penggunaan UpToDate dikaitkan dengan peningkatan kualitas perawatan.

“Kami bangga melayani institusi medis dan rumah sakit pendidikan terkemuka di dunia, termasuk di Indonesia. Kami senang dapat bermitra dengan Good Doctor sebagai salah satu platform telemedicine terbesar di Indonesia yang juga mempercayai UpToDate untuk memperlengkapi dokter mereka dengan sumber daya medis yang luas, tepercaya, dan terbaru,” kata Keefe Halim, Country Manager Indonesia, Clinical Effectiveness, Health, dari Wolters Kluwer.

Halim, mengatakan kolaborasi ini berarti Good Doctor akan memberikan saran berbasis bukti peran yang sangat penting dalam membuat keputusan klinis. Selain itu, ada standardisasi pelayanan sehingga pasien tidak akan memilih dokter karena mereka percaya bahwa dokter mana pun memiliki standar kualitas yang sama. Bagi pasien, yang terpenting mereka mendapatkan layanan telekonsultasi di Good Doctor. Sebenarnya sebelum kemitraan ini, Good Doctor selalu membekali para dokternya dengan berbagai pelatihan, baik pelatihan internal maupun eksternal secara berkala serta memberikan akses ke sumber daya medis berbasis bukti. Semua ini dilakukan oleh Good Doctor untuk memastikan keselamatan pasien, yang menjadi fokus pelayanan mereka.

“Good Doctor sudah menunjukkan tanggung jawab dengan berfokus pada patient safety dalam telekonsultasi yang sudah terealisasi dan ini patut diapresiasi. Tentu di masa mendatang, tidak tertutup kemungkinan Good Doctor akan menyediakan alat-alat remote medical consultation canggih lainnya. Selain itu, Komite Medis di Good Doctor merupakan kemajuan lain yang dicapai platform ini yang juga patut diapresiasi,” kata Agus Ujianto, Ketua Umum Predigti. (ym)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Good Doctor, Predigti dan Wolters Kluwer Berupaya Cegah Kesalahan Diagnostik. Please share...!

Back To Top