Ini Peran Penting Anak Muda dalam Agenda Perubahan Iklim

Talkshow bertajuk "Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni" yang menjadi rangkaian kegiatan KTT Y20 Indonesia 2022, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 19 Juli 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Presiden COP26 dan Anggota Parlemen Inggris, Alok Sharma melihat sudah banyak sekali pencapaian terkait upaya-upaya mengatasi perubahan iklim setelah Conference of the Parties (COP26) yang digelar di Glasgow, Inggris Raya.

"Sudah terlihat banyak perubahan, namun percepatan masih harus lebih ditingkatkan. Dalam hal ini, peran generasi muda juga nilainya sangat penting untuk mendorong pemimpin-pemimpin dunia memenuhi janjinya dalam mengatasi isu perubahan iklim," kata Alok Sharma dalam talkshow "Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni" yang menjadi rangkaian kegiatan KTT Y20 Indonesia 2022, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Alok Sharma menjelaskan, sebagian besar pemangku kepentingan adalah anak muda, dan pada akhirnya juga masa depan akan berada di tangan pemuda. Untuk itu, generasi muda harus bisa mendorong para pemimpin dunia untuk memenuhi komitmen mereka di COP26. Ada 120 pemimpin negara yang berkumpul bersama lalu mengucapkan janji mengatasi berbagai perubahan iklim. "Anak muda di seluruh dunia, termasuk masyarakat sipil di seluruh dunia akan memantau dan menyaksikan COP27 untuk melihat apakah pemimpin-pemimpin dunia benar-benar memenuhi janji mereka," jelasnya.

Alok mengungkapkan, dampak dari perubahan iklim saat ini sudah semakin buruk. Misalnya di London, Inggris yang saat ini tengah mengalami suhu terpanas sepanjang sejarah. Kebakaran hutan dan banjir juga terjadi di berbagai negara. "Perubahan iklim tidak mengenal batas negara dan batas waktu dan kian mendekat. Namun kita juga melihat banyak negara yang memahami kalau kita tidak bisa hanya bergantung pada energi fosil. Banyak negara yang mulai mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT)," ungkap Alok.

Melalui kerja sama dengan berbagai pemimpin dunia dalam mengatasi perubahan iklim, ada satu hal yang dipelajari Alok, di mana rasa saling percaya merupakan hal yang paling penting dalam melakukan negosiasi.

"Jadi kita harus menjaga rasa percaya dan juga harapan bersama. Kita harus bekerja sama untuk memastikan kita bisa memenuhi janji kita untuk menahan kenaikan suhu bumi berada di bawah 1,5 derajat," urainya.

"Ini penting bagi kita dan generasi mendatang. Untuk anak-anak muda, kita harus bisa mendesak para pemimpin untuk memenuhi komitmen mereka, supaya kita bisa bilang bahwa kemajuan sudah dicapai dan kita sudah membangun dunia yang lebih hijau. Pada akhirnya, kita bisa mendapatkan keuntungan dari upaya-upaya yang sudah dijalankan," kata Alok. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ini Peran Penting Anak Muda dalam Agenda Perubahan Iklim. Please share...!

Back To Top