Kadin Siap Optimalkan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok

Acara silaturahmi dan perkenalan Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) di Jakarta, Sabtu (23/7/2022)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, M Arsjad Rasjid menyatakan, Tiongkok memberikan kontribusi besar terhadap Indonesia terkait investasi dan perdagangan.

Sebab itu, kata Arsjad, dalam hubungan yang saling menguntungkan tersebut, Kadin siap mengoptimalkan kerja sama ekonomi dan investasi dengan Tiongkok. "Jadi sebetulnya tidak diragukan lagi bahwa brotherhood dan sisterhood antara Indonesia dan Tiongkok, sudah dekat,” kata Arsjad saat acara silaturahmi dan perkenalan Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) di Jakarta, Sabtu (23/7/2022).

Hadir dalam acara tersebut, antara lain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kadin Shinta W Kamdani, dan pengusaha Aguan.

Arsjad menegaskan, Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) yang diketuai Garibaldi Thohir atau Boy Thohir adalah salah satu komite yang meyakinkan. Boy Thohir didampingi oleh dua wakil ketua, yaitu Alex Kusuma dan Jona Widhagdo Putri. Sekretaris KIKT adalah Anthony Akili. Kemudian, para anggota KIKT adalah Maruarar Sirait, Axton Salim, Agus Salim Pangestu, Andre Rasjid, Untyas Anggraeni, Lawrence Barki, Fuganto Widjaja, William Utomo, Hendra Widjaja, dan Rahmad Widjaja Sakti.

Lebih lanjut Arsjad mengatakan, di luar kerja sama ekonomi, sudah terlihat bagaimana budaya antara Indonesia dan Tiongkok sudah menjadi satu. “Semua adalah teman paling tidak bersama-sama untuk bisa memastikan kesejahteraan rakyat. Apakah Indonesia dan Tiongkok, bisa semuanya sejahtera,” tuturnya.

Menurut Arsjad, yang paling utama adalah tantangan saat ini perihal global energy cost yang bertambah besar, apalagi inflasi naik. Meski demikian, Indonesia punya momentum bagus sekali. Semua orang membicarakan Indonesia di Eropa dan lain-lain. “Harapannya ini akan menjadi tombak untuk momentum ekonomi Indonesia bisa naik lagi. Investasi kita secara global US$ 50 miliar. Tahun ini, target US$ 80 miliar dan ke depannya lebih bagus lagi,” ungkap Arsjad. Di sisi lain, dia juga berharap produk-produk Indonesia bisa ekspor keluar negeri. Ini bisa menjadi kekuatan bersama.

Kadin akan melakukan B-20 Roadshow di Beijing, Tiongkok, pada 25-27 Juli ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Tiongkok dan mengajak komunitas bisnis di Tiongkok untuk berpartisipasi dalam kegiatan acara Bisnis Forum B-20.

Arsjad pun berharap ke depannya hubungan antara Indonesia dan Tiongkok semakin baik serta saling menguatkan perekonomian satu sama lain demi terwujudnya pemulihan ekonomi global yang inklusi.

Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Boy Thohir menambahkan, nilai total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada tahun 2021 mencapai lebih dari US$ 100 miliar, meningkat 40% dari 2020. Nilai tersebut diprediksi terus meningkat, sebab pada periode Januari hingga Mei 2022, total perdagangan Indonesia-Tiongkok mencapai hampir US$ 50 miliar atau naik 27,5% dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Boy Thohir menegaskan, tahun 2022 menjadi titik awal percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. IMF menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6% tahun 2022. Hal ini berkat keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia, yang dikomandani oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. “Kita berterima kasih Pak Luhut. Berkat Pak Luhut tentunya penanganan Covid-19 di Indonesia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Oleh karena penanganan Covid-19 yang bagus, dapat mengembalikan tingkat konsumsi masyarakat serta kepercayaan investor,” ujar Boy. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kadin Siap Optimalkan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok. Please share...!

Back To Top