Mei, Premi Mandiri Inhealth Capai Rp 1,75 Triliun

Direktur Utama Mandiri Inhealth Budi Tampubolon (ketiga kanan), Medical Advisor Mandiri Inhealth dr. Bambang Wibowo, Ketua Tim Ahli Formularium Obat Inhealth Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudy, bersama dengan para perwakilan Provider Mandiri Inhealth pada acara Provider Gathering Mandiri Inhealth Jakarta, Kamis, 19 Mei 2022. Provider Gathering dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi Mandiri Inhealth terhadap rekanan Rumah Sakit , Klinik, Apotek dan Dokter Keluarga yang telah berkomitmen untuk selalu bersinergi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada para Peserta Mandiri Inhealth


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (Mandiri Inhealth) membukukan pendapatan premi sebesar Rp 1,75 miliar hingga Mei 2022. Adapun premi ditargetkan ditargetkan dapat mencapai Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama Mandiri Inhealth Budi Tampubolon menyampaikan, kinerja perseroan secara umum sudah mulai membaik. Hal itu dapat terlihat beberapa indikator pencapaian seperti pendapatan premi, laba underwriting, pendapatan investasi, sampai laba bersih perusahaan. "Kinerja Mandiri InHealth sampai dengan Mei 2022 secara year to date (ytd), angka-angka kami membaik. Pendapatan premi kami sampai dengan Mei 2022 sudah Rp 1,75 triliun, dibandingkan tahun lalu 12 bulan itu Rp 2,5 triliun," kata Budi, akhir pekan lalu.

Dengan perolehan premi tersebut, laba underwriting per Mei 2022 tercatat hampir menyentuh Rp 30 miliar, separuh dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar Rp 50-60 miliar. Dengan kondisi yang semakin baik, pendapatan investasi pun dicatatkan lebih baik dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. "Rasanya kami menatap tahun 2022 dengan sangat optimis. Target kami untuk tahun 2022 laba bersih kami Rp 155 miliar, tapi rasanya kami akan melampaui itu. Dibanding tahun lalu kami di angka Rp 130 miliar, jadi target naik 20% tapi kami mengupayakan naik lebih dari itu. Sedangkan pendapatan premi karena lima bulan sudah Rp 1,75 triliun, setidak-tidaknya kami boleh dong berharap Rp 3 triliun di tahun ini," beber Budi.

Dia bilang, tantangan utama menatap sisa waktu hingga akhir tahun ini hanya menyangkut bisnis asuransi kumpulan. Karena sejak didirikan, Mandiri Inhealth hanya fokus pada lini tersebut, tidak ada portofolio bisnis pada lini unit link, asuransi pendidikan, kanal keagenan, maupun bancassurance. "Asuransi kesehatan kumpulan ini dipasarkan kepada perusahaan-perusahaan untuk mempertanggungkan pegawai dan keluarganya ketika sakit. Masalahnya pada kondisi belakangan ini, banyak nasabah perusahaan mengalami tekanan. Kalau yang tadinya memberikan manfaat asuransi kepada karyawannya, ada yang dikurangi dan dihilangkan," jelas Budi.

Meski begitu, dia meyakini, situasi pandemi yang mengarah ke endemi bakal memberi pengaruh positif pada nasabah-nasabah korporasi Mandiri Inhealth. Asumsi itu diakui yang akan memberi sinyal baik pada perusahaan walaupun tidak terjadi secara langsung. "Mungkin ada delay tiga-enam bulan. Kami berharap kesulitan-kesulitan bisnis yang dialami sebagian klien kami akan ada solusi pada beberapa bulan ke depan, sehingga kami bisa berjualan semakin banyak lagi," ungkap Budi.

Kehadiran IFG

Di sisi lain, Budi mengemukakan bahwa pertengahan Juni 2022 ini terjadi perubahan susunan pemegang saham di Mandiri Inhealth. Perubahan hanya terjadi pada PT Jasindo yang tadinya memiliki 10% porsi saham, beralih digenggam induknya yakni holding Indonesia Financial Group (IFG). Dengan demikian, mayoritas saham masih dikantongi oleh Bank Mandiri dengan porsi 80%, sebesar 10% oleh Kimia Farma, dan 10% bagi IFG. Budi menyambut positif kehadiran IFG dalam susunan pemegang saham Mandiri Inhealth dan berharap bisa meraih manfaat lain.

"Kami berharap dari perubahan susunan pemegang saham ini ada manfaat lain, ada dukungan lebih yang bisa diperoleh. Itu yang bisa disampaikan dan itu faktanya. Apakah setelah ini ada rencana-rencana lainnya? Kami tidak bisa bicara karena itu di sisi pemegang saham," ucap Budi. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Mei, Premi Mandiri Inhealth Capai Rp 1,75 Triliun. Please share...!

Back To Top