Per Juni 2022, PPRE Kantongi Kontrak Baru Rp 2,74 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Presisi Tbk (PPRE), di Jakarta, Rabu, 20 April 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT PP Presisi Tbk (PPRE) raih kontrak baru sebesar Rp 661,9 miliar pada bulan Juni 2022. Dengan demikian, perseroan telah mengantongi total perolehan kontrak baru mencapai Rp 2,74 triliun atau telah mencapai 47% dari target 2022 yakni Rp 5,9 triliun.

Direktur Utama PPRE, Rully Noviandar menjelaskan, secara rinci perolehan kontrak baru didominasi oleh civil work sebesar 55,95% dan mining services sebesar 40,22%. "Kedua lini bisnis tersebut merupakan lini bisnis utama perseroan. Sedangkan sisanya diperoleh dari lini bisnis pendukung yaitu structure work, production plant dan heavy equipment rental sebesar 3,83%," kata Rully, Jumat (8/7/2022).

Rully menjelaskan, untuk penambahan kontrak baru PPRE berdasarkan pemberi kerja didominasi oleh pasar eksternal (Non PP Group) sebesar 95,8% dan pasar internal (PP Group) sebesar 4,2%. "Hal tersebut tentunya membuktikan bahwa perseroan mampu bersaing di pasar eksternal dan membuka peluang kami dalam perolehan pasar yang lebih luas serta meningkatkan positioning perseroan sebagai main kontraktor di bidang konstruksi maupun jasa pertambangan," jelasnya.

Rully menambahkan, dengan pencapaian ini PPRE optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Disisi lain target itu juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam meningkatnya anggaran untuk pengadaan lahan untuk pembebasan jalan tol guna percepatan penyelesaian jalan tol. "Besar peluang bagi perseroan sebagai perusahaan konstruksi untuk menggunakan engineering capacity yang kami miliki untuk meningkatkan perolehan kontrak baru dan laba perseroan," ujarnya.

Perseroan juga berharap seluruh kontrak baru yang kami peroleh tersebut dapat menghasilkan burn rate yang tinggi sehingga dapat menghasilkan penjualan secara optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan perseroan untuk tahun 2022 ini. Belum lama ini, PPRE mencatatkan secara resmi obligasi I tahap I tahun 2022 senilai Rp 202,98 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi yang ditawarkan dalam dua seri ini telah mendapatkan peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Rully Noviandar mengatakan, penawaran obligasi ini sebagai bentuk komitmen PPRE dalam meningkatkan engineering capacity untuk menunjang proyek jasa pertambangan serta pekerjaan sipil serta kepercayaan investor kepada perusahaan. "Serta, mewujudkan strategi manajemen untuk pertumbuhan berkelanjutan serta strategi keuangan yang mengacu pada prinsip berbasis risiko,” kata dia. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Per Juni 2022, PPRE Kantongi Kontrak Baru Rp 2,74 Triliun. Please share...!

Back To Top