PIP Perluas Jangkauan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro

(Ki-Ka) Direktur Pengelolaan Aset Piutang Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Mohd Zeki Arifudin, Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah, dan Direktur Kerja Sama Pembiayaan dan Pendanaan PIP Muhammad Yusuf



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terus berupaya meningkatkan jumlah penyalur dalam memberikan pembiayaan ultra mikro bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah mengatakan, hingga semester I 2022 tercatat 60 penyalur pembiayaan ultra mikro di 509 kabupaten/kota. "Sampai semester I 2022 kita sudah memiliki 60 penyalur dan jangkauan pelayanan kita sudah mencapai 509 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ke depan kami akan mengupayakan untuk bisa menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ucap Ririn Kadariyah dalam konferensi pers kinerja PIP semester I 2022, di Jakarta, Selasa (22/7/2022).

Ririn mengatakan, PIP menyadari UMKM tidak hanya membutuhkan dukungan permodalan melalui pemberian pembiayaan ultra mikro, namun pelaku usaha ini menghadapi tantangan dari berbagai aspek. Dalam hal ini diperlukan sinergitas seluruh pemangku kepentingan terkait. "Tantangan geografis masih sangat tinggi sehingga untuk memberikan pelayanan di sana kami harus mencari mitra penyalur yang bisa membuka kantor memberikan pelayanan di sana. Kebetulan di wilayah yang belum terlayani, PIP belum mendapatkan mitra yang bisa menjangkau,” kata Ririn.

Bila dilihat dari tahun 2017 hingga semester I 2022 jumlah penyalur pembiayaan ultra mikro PIP menunjukan kenaikan yaitu pada 2017 sebanyak sembilan penyalur, 18 penyalur pada 2018, 40 penyalur pada 2019, 46 penyalur pada tahun 2020, 55 penyalur di tahun 2021 dan 60 penyalur pada semester I-2022.

Dalam pelaksanaanya, kata Ririn, PIP tidak melakukan penyaluran langsung pembiayaan ultra mikro sendiri ke pelaku UMKM, namun melibatkan mitra penyalur yakni lembaga keuangan bukan bank. Sebab sasaran penerima program kredit ultra mikro adalah masyarakat yang belum terhubung ke lembaga perbankan. Adapun lembaga keuangan bukan bank yang menjadi mitra penyalur pinjaman ultra mikro di antaranya meliputi koperasi, perusahaan BUMN seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BUMD seperti Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah di Banda Aceh. "Kalau dari sisi penyalurannya, PIP mengusahakan agar masyarakat di luar Jawa ini juga mendapatkan pelayanan yang baik . Meskipun penyalurannya ini mengikuti, karena jumlah penduduk mayoritas di Pulau Jawa. Untuk saat ini, penyaluran terbesar PIP masih di Pulau Jawa,” pungkas Ririn. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading PIP Perluas Jangkauan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro. Please share...!

Back To Top