Transformasi Digital Hadirkan Peluang Sekaligus Tantangan

Talkshow transformasi digital yang menjadi rangkaian kegiatan KTT Y20 Indonesia 2022 di Hotel Kempinski, Jakarta, 18 Juli 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Transformasi digital dibutuhkan karena bisa membuka banyak peluang baru dan efisiensi operasional. Namun di sisi lain, transformasi digital juga menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini mengemuka dalam talk show transformasi digital yang menjadi rangkaian kegiatan KTT Y20 Indonesia 2022 di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menyampaikan, transformasi digital memberikan banyak peluang yang tidak didapatkan sebelumnya, terutama untuk bisnis-bisnis dengan modal rendah. Selain itu, transformasi digital menghadirkan peluang lebih banyak untuk berinovasi. Sehingga anak-anak muda tidak hanya bekerja menjadi pegawai, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. "Ini juga menjadi peluang bagi para pemberi kerja dan kreator serta inovator-inovator muda untuk menjadi bagian dari rantai nilai secara global," kata Mahendra.

Transformasi digital juga membuat pelaku usaha bisa bertahan menghadapi pandemi. Seperti yang diungkapkan Tissa Aunila, Co-founder Pipiltin Cocoa. Dengan berbagai pembatasan selama pandemi, bisnis cokelatnya sempat anjlok hingga 60%. Ia kemudian melakukan transformasi dengan memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. Salah satunya melalui Tokopedia. "Kami membangun tim, belajar cepat untuk mengejar ketertinggalan. Kami mulai berjualan di Tokopedia dan berhasil memperluas pasar. Bahkan saat ini penjualan kami meningkat 50% dibandingkan sebelum pandemi karena kami melakukan transformasi digital," ungkap Tissa.

President and CEO National e-Governance Division MeitY Abhishek Singh yang hadir secara daring juga membagikan pengalamannya melakukan transformasi digital di India. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,3 miliar, pemanfaatan digital mutlak diperlukan agar masyarakat bisa menjangkau berbagai layanan publik yang disediakan. "Tahun 2010, kami mulai membangun platform yang menjadi dasar untuk memberikan pelayanan publik. Misalnya untuk bantuan sosial, bagaimana orang-orang bisa mendapatkan bansos dan subsidi tanpa harus mengakses ke kantor fisik," ungkap Singh.

Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan. Juru Bicara G20 Maudy Ayunda menambahkan, transformasi digital layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi platform yang sangat baik untuk menjangkau semakin banyak orang. Namun di sisi lain juga berdampak merugikan terhadap produktivitas dan kesehatan mental. Sehingga perlu keterampilan digital bagi anak-anak muda agar mereka bisa melindungi diri sendiri yang salah satunya diajarkan lewat institusi pendidikan.

Visiting Fellow ISEAS Yusof Ishak Institute Maria Monica menyampaikan, salah satu alasan melakukan transformasi digital adalah memberikan keuntungan dari sisi produktivitas. Namun, ada juga potensi konsekuensi negatif dari transformasi digital. Apalagi ketika dunia dihantam pandemi Covid-19. "Pandemi semakin memperparah kesenjangan teknologi. Perusahaan-perusahan kecil kemungkinan lebih kecil untuk mengadopsi teknologi untuk beradaptasi dari pandemi. Anak-anak dari keluarga miskin juga punya akses yang lebih sedikit untuk mengakses pembelajaran online. Selain itu, kita juga menyaksikan transformasi digital justru meningkatkan kesenjangan ekonomi, atau adanya tenaga kerja yang digantikan oleh mesin," kata Monica.

Tantangan lainnya terkait keamanan siber serta persaingan di digital yang semakin kompleks. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Transformasi Digital Hadirkan Peluang Sekaligus Tantangan. Please share...!

Back To Top