Gandeng GoTo Financial, Bank Jago Bidik Kredit Tumbuh 40%

Konferensi pers kolaborasi PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) bersama GoBiz, bagian dari Grup GoTo, di Jakarta, Selasa 9 Agustus 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Jago Tbk (ARTO) optimistis mencapai target pertumbuhan kredit 30%-40% pada tahun 2022. Pertumbuhan itu salah satunya bakal didukung kolaborasi bersama ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) atau GoTo Financial. Berdasarkan laporan keuangan Bank Jago sampai dengan semester I 2022, kredit dan pembiayaan syariah mencapai Rp 7,04 triliun atau tumbuh 34,38% tahun berjalan (year to date/ytd). Dalam realisasinya, penyaluran kredit pada pihak berelasi GoTo yakni PT GOFIN Karya Anak Bangsa sebesar Rp 149,71 miliar, mencakup 3,02%.

"Mengenai target (kredit), kita tetap berdasarkan business plan, Insyaallah bisa tercapai. Kalau melihat ke belakang, kita konsisten menambah fitur dan kerja sama. Ke depan kita bisa pertahankan hal itu karena memang (strategi) berdasarkan ecosystem based dan life centric," kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar, Selasa (9/8/2022).

Loan to deposit ratio (LDR) Bank Jago tercatat mencapai 119%, dalam posisi yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata industri. Seiring rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di posisi tebal yakni 110%.

Menurut Kharim, struktur permodalan tersebut memungkinkan perusahaan tidak terlalu ekspansif mencari dana pihak ketiga (DPK). Perusahaan berupaya memaksimalkan ruang permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, termasuk salah satunya dalam rangka penyaluran kredit. "Kami bisa me-utilize sebanyak-banyaknya dari modal. Itu juga membuat kita untuk bisa terus berkembang. Tapi tentunya bukan berarti kita tidak mencari dana pihak ketiga. Dengan kerja sama bersama merchant (Gobiz) dan sebagainya tentu dana pihak ketiga juga akan meningkat," kata dia.

DPK Bank Jago sendiri dilaporkan meningkat 253% year on year (yoy) menjadi Rp 6,1 triliun pada semester I 2022. Jika ditilik lebih lanjut, perolehan ini tidak terlepas dari kontribusi GoTo yang menempatkan dananya pada pos giro sebesar Rp 1,45 triliun atau mencakup 87,77% dari total giro bank. GoTo juga tercatat menempatkan dananya berupa deposito berjangka senilai Rp 110 miliar, mencakup 5,59% dari total deposito bank. Serta deposito mudharabah mencapai Rp 210,06 miliar atau mencapai 81,24% dari total total deposito mudharabah bank. Jika ditotal, GoTo menempatkan dana mencapai Rp 1,77 triliun di Bank Jago per semester I 2022. GoTo pun tidak sendiri, perusahaan dalam ekosistem seperti Gopay dan Midtrans turut menempatkan dana berupa giro di Bank Jago. "Semua kerja sama di ekosistem itu membawa new user dan mereka membawa DPK," imbuh Kharim.

Sinergi GoTo Financial

Terbaru, Bank Jago memantapkan kolaborasinya dengan ekosistem layanan keuangan GoTo Financial. Kerja sama yang dilakukan berupa layanan perbankan yang dapat membantu pengelolaan keuangan mitra usaha GoBiz. Pada tahap awal, layanan bernama Jagi Merchant ini memiliki beberapa layanan. Misalnya membuka rekening Bank Jago, mengelola keuangan usaha menggunakan fitur Kantong Jago, dan mengakses layanan keuangan di aplikasi Jago, lebih mudah dari aplikasi GoBiz.

"Kolaborasi hari ini baru permulaan. Kami akan terus menawarkan solusi komprehensif bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Kami berkomitmen dapat terus menawarkan berbagai layanan dan fitur baru untuk melengkapi solusi pengelolaan keuangan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan skala usahanya," beber Kharim.

Head of Merchant Business Bank Jago Vincent C Soegianto mengatakan bahwa kerja sama berkelanjutan ini membuat bank mendapatkan data lebih dalam tentang transaksi sejumlah merchant. Dengan data yang mumpuni, kedepan bank memiliki kesempatan untuk bisa menawarkan kredit kepada para merchant GoBiz. "Kita belum punya target, kita mau pantau dulu perkembangan dan kendalanya. Setelah itu kita bisa lihat friksinya seperti apa, kalau dalam sebulan kita bisa dapat 10.000 merchant yang kita biayai maka akan terlihat (target). Sekarang belum terlihat," kata Vincent.

Head of Merchant Platform GoTo Financial Novi Tandjung menyatakan, GoBiz memiliki aspirasi untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kerja sama ini menyediakan berbagai kemudahan tambahan untuk mendukung produktivitas pelaku usaha hingga mereka dapat meningkatkan skala usahanya. "Di tahap awal, kolaborasi di aplikasi Jago dan GoBiz akan dapat dinikmati oleh para mitra usaha bidang kuliner di GoBiz, dan kemudian dapat dikembangkan bagi mitra usaha yang lebih luas di dalam ekosistem GoTo Financial lainnya," jelas Novi. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gandeng GoTo Financial, Bank Jago Bidik Kredit Tumbuh 40%. Please share...!

Back To Top