Melantai di BEI, Kusuma Kemindo Sentosa Melonjak Nyaris 20%

Jajaran manajemen PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES)



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan distribusi kimia, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) hari ini Senin (8//8/2022) melakukan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga sesi I siang ini, KKES melonjak 20 poin (19,05%) menjadi Rp 125 per saham dari harga penawaran Rp 105 per saham. Mengacu daat RTI, saham KKES telah bergerak dalam rentang Rp 104 - Rp 138 dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 187,5 miliar miliar. Saham KKES telah mencatatkan transaksi sebesar 609,4 juta saham senilai Rp 73,04 miliar.

"Saham KKES mendapat respons positif dari investor," kata Direktur Utama PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) Kiki R Sadrach.

Dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), saham Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) mendapat sambutan bagus investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 30,45 kali. PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) menawarkan sebanyak 300 juta saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga IPO Rp 105 per saham, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk entitas anak dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dengan kepemilikan 51% ini meraih total dana sebesar Rp 31,5 miliar dari lantai bursa.

Kiki mengatakan sekitar 95% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis. Adapun perinciannya kata Kiki, sekitar 30% untuk biaya operasional seperti gaji, biaya angkut, hingga biaya penjualan. Selain itu, 65% untuk pembelian barang dagangan, pelunasan utang usaha kepada pemasok. Sementara sisa dana IPO 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem teknologi informasi (TI) termasuk digitalisasi sistem sales, delivery, inventory dan logistik. Setelah go public, kepemilikan saham KKES adalah CSAP 40,80%, PT Budi Lestari Sentosa dari 14% menjadi 11,20%, Retno Widyati Harsono 2,69%, Felicia Wiendraty Harsono 2,66%, Kiki Rusmin Sadrach dari 13,32% menjadi 10,66%, Kundy Wijaya dari 10% menjadi 8%, Sri Lanty dari 5% menjadi 4%, masyarakat 19,76% dan saham karyawan (employee stock allocation/ESA) 0,24%.

PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) yang berdiri November 1990 itu, memiliki aset sebesar Rp 112,10 miliar pada akhir 2021 dibandingkan Rp 103,56 miliar pada 2020. Pada Maret 2022 (unaudited), aset tersebut naik menjadi Rp 119,21 miliar. Sementara itu liabilitas per Maret 2022 sebesar Rp 83,98 miliar. Pada akhir 2021, liabilitas Rp 80,74 miliar dari Rp 90,94 pada 2020. Sedangkan ekuitas akhir Maret 2022 (unaudited) mencapai Rp 35,23 miliar dan pada 2021 tercatat Rp 31,96 miliar naik dari Rp 12,62 miliar yang dibukukan pada 2020.

Perseroan juga membukukan pertumbuhan pendapatan pada 2021 sebesar Rp 226,40 miliar dari Rp 205,05 miliar. Sedangkan pada Maret 2022, membukukan pendapatan (unaudited) sebesar Rp 62,37 miliar. Perseroan meraih laba kotor pada 2021 sebesar Rp 43,88 miliar naik dari 2020 sebesar Rp 35,35 miliar. Per Maret 2022, laba kotor Rp 13,09 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan per Maret 2022 (unaudited) sebesar Rp 3,87 miliar. Perseroan pada tahun 2021 mencatat prestasi gemilang dengan diraihnya laba tahun berjalan mencapai Rp 18,49 miliar setelah pada tahun 2020 membukukan rugi Rp 8,89 miliar. Saat ini posisi return on assets (ROA) tercatat 3,25% dan return on equity (ROE) sebesar 10,98%. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Melantai di BEI, Kusuma Kemindo Sentosa Melonjak Nyaris 20%. Please share...!

Back To Top