Tapera Syariah, Cara BP Tapera Perluas Pembiayaan Perumahan

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, di acara peluncuran Tapera Syariah, di Banda Aceh, Selasa 23 Agustus 2022



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memberikan apresiasi kepada BP Tapera atas inisiatif dan peluncuran Tapera Syariah.

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, Tapera Syariah sekaligus menjadi perwujudan ekonomi yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat melalui hadirnya skema pembiayaan perumahan yang sesuai prinsip syariah. "Momentum peluncuran Tapera Syariah ini juga dinilai sangat tepat bagi industri jasa keuangan, tren gaya hidup Islami, dengan meningkatnya preferensi masyarakat akan produk yang sesuai dengan produk jasa syariah telah menciptakan pasar baru yang menarik, yaitu di sektor perumahan,” ujar Ma’ruf Amin, Selasa (23/8/2022).

Pemilihan provinsi Aceh sebagai tempat peluncuran Tapera syariah, karena Provinsi Aceh merupakan provinsi yang dikenal dengan julukan kota Serambi Mekkah yang kuat akan adat istiadat serta syariat Islam. Tidak hanya itu, berdasarkan data BP Tapera, 99% peserta aktif di Provinsi Aceh yaitu sebanyak 129.344 peserta memilih pengelolaan dana secara syariah. Hal ini membuktikan jika minat pengelolaan dana syariah di Provinsi Aceh sangat tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Peluncuran Tapera Syariah ini, sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 4 Tahun 2016 Tentang Tabungan Perumahan Rakyat. Pengelolaan dana Tapera meliputi, pengerahan, pemupukan dan pemanfaatan. Untuk Pemupukan dana Tapera dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai dana Tapera yang bisa dilakukan dengan prinsip syariah maupun konvensional. Kontrak Pengelolaan Dana Tapera Syariah (KPDTS) sebagai cangkang pengelolaan dana Tapera Syariah efektif pertama kali terbentuk pada tanggal 14 Februari 2022 dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit hari pertama pengelolaan KPDTS ditetapkan sebesar Rp1.000. Kini, per 12 Agustus 2022 telah mencapai Rp1.010,69.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan, dalam proses pembentukan KPDTS, BP Tapera telah berkoordinasi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) BP Tapera yang dituangkan dalam Opini Dewan Pengawas Syariah. Pembentukan KPDTS ini sudah sesuai dengan syariat dan kaidah syariah yang berlaku. "Simpanan peserta Tapera syariah dikelola dengan prinsip syariah secara end-to end dalam cangkang KPDTS untuk menjaga kemurnian syariah pengelolaannya,” kata Adi.

Alokasi pemanfaatan sebesar 41,5% atau senilai Rp 148,51 miliar diperuntukan untuk alokasi pembiayaan perumahan syariah peserta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Tapera Syariah. Alokasi pemupukan sebesar 47,2% atau senilai Rp169,21 miliar diperuntukan untuk alokasi pengembangan dan peningkatan nilai dana Tapera yang dikelola oleh manajer investasi syariah terpilih dengan tujuan menjaga dana berjalan berkelanjutan.

"Tapera syariah yang diluncurkan pada hari ini merupakan bentuk komitmen BP Tapera untuk terus memberikan layanan terbaik kepada para peserta dalam sektor perekonomian syariah dan kami telah menunjuk Bank Syariah Indonesia sebagai Bank Operasional Syariah oleh BP Tapera pada tanggal 10 Januari 2022,” ungkap Adi Setianto. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tapera Syariah, Cara BP Tapera Perluas Pembiayaan Perumahan. Please share...!

Back To Top