Blended Finance Tingkatkan Akses Pembiayaan Infrastruktur

Acara B20 Indonesia 2022 Finance and Infrastructure Task Force (F&I TF) di Jakarta Kamis 29 September 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- B20 Indonesia 2022 Finance and Infrastructure Task Force (F&I TF) telah mengidentifikasi bahwa pendanaan campuran (blended finance) efektif meningkatkan akses pembiayaan infrastruktur karena memobilisasi pendanaan sektor swasta dan pemerintah.

Chair B20 Finance and Infrastructure Task Force, dan CEO di Indonesia Investment Authority Ridha Wirakusumah mengatakan, investasi publik maupun swasta memainkan peran kunci dalam pembiayaan infrastruktur. "Blended finance menggabungkan pembiayaan publik konsesional dengan pembiayaan swasta nonkonsesional dan keahlian dari sektor publik dan swasta. Ini termasuk kemitraan pemerintah-swasta untuk memperkecil risiko investasi,” kata dia dalam acara “Blended Finance Seminar and Knowledge Exchange” yang digelar B20 Indonesia 2022 Finance and Infrastructure Task Force (F&I TF) di Jakarta kamis (29/9/2022).

Blended finance adalah pendekatan strukturisasi yang memungkinkan organisasi pembiayaan dengan tujuan berbeda untuk berinvestasi atau memberi pinjaman bersama satu sama lain sambil mencapai tujuannya sendiri, baik itu imbal hasil finansial, dampak sosial, atau kombinasi keduanya. “Bagaimana struktur instrumen blended finance ini diatur dengan cermat karena kita ingin agar bank pembangunan, lembaga keuangan pembangunan, dan mekanisme lain seperti kemitraan pemerintah-swasta dapat memanfaatkan potensi blended finance demi pembangunan berkelanjutan,” ujar Ridha.

B20 Finance and Infrastructure Task Force Policy Manager dan Partner di PwC Indonesia Radju Munusamy menambahkan, selama 10 hingga 15 tahun terakhir, muncul pendekatan baru terhadap investasi yang menyeimbangkan imbal hasil finansial dan sosial. "Para donatur tradisional semakin bergantung pada skema pembiayaan inovatif untuk meningkatkan pembiayaan investasi di samping bantuan pembangunan yang lebih tradisional," kata dia.

Chief Executive Officer Convergence Joan M. Larrea mengatakan, blended finance dapat meningkatkan investasi infrastruktur di negara-negara berkembang. "Penerapan strategis keuangan campuran dapat meredakan kekhawatiran investor dan memperlancar transisi menuju proyek-proyek yang bankable," kata dia.

Untuk menarik pembiayaan komersial dalam jumlah besar secara konsisten ke sektor infrastruktur, pemerintah dan mitra pembangunan perlu menggunakan serangkaian pendekatan campuran dan menjadikan mobilisasi modal swasta sebagai bagian inti dari strategi mereka.

B20 Finance and Infrastructure Task Force Knowledge Partner Team Leader dan Infrastructure Leader, PwC Indonesia Julian Smith menyampaikan, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan infrastruktur sangat besar. Saat ini terdapat rintangan yang menghambat investasi sektor swasta ke negara berkembang, dengan imbal hasil yang seringkali tidak sepadan. Tingkat risiko tinggi menjadi hambatan yang signifikan. Blended finance kata dia, bertujuan menciptakan profil risiko-tingkat pengembalian yang dapat diterima. "Pada gilirannya akan memobilisasi investasi sektor swasta ke proyek-proyek pembangunan yang kurang layak secara komersial ini," kata dia.

Acara “Blended Finance Seminar and Knowledge Exchange” didukung oleh PwC Indonesia sebagai knowledge partner B20 F&I TF dan Convergence Blended Finance, jaringan keanggotaan global yang menghasilkan data blended finance, intelijen, dan arus transaksi untuk meningkatkan investasi sektor swasta. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Blended Finance Tingkatkan Akses Pembiayaan Infrastruktur. Please share...!

Back To Top