BTPN Syariah Patok Pembiayaan dan DPK Tumbuh Double Digit

Public Expose Live 2022 PT BTPN Syariah Tbk, Selasa, 13 September 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT BTPN Syariah Tbk memproyeksi penyaluran pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh double digit sampai akhir tahun 2022 ini. Proyeksi tersebut dinilai cukup moderat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menyampaikan, pihaknya sangat memahami bahwa kondisi ekonomi setelah pandemi belum stabil. BTPN Syariah sudah sejak awal memang tidak menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang cukup tinggi. "Dari awal BTPN Syariah juga tidak menargetkan pertumbuhan yang cukup tinggi, kita hanya bilang menargetkan lower teens numbers. Pangsa pasar besar kenapa BTPN Syariah tidak tumbuh lebih besar? Karena kita dari awal mengetahui bahwa kondisi tantangan ke depan itu sangat berat. Lebih baik kita berhati-hati atas kualitas dalam pembiayaan yang diberikan," kata Fachmy dalam Public Expose Live 2022 PT BTPN Syariah Tbk, Selasa (13/9/2022).

Di samping itu, perusahaan perlu membekali diri dengan pencadangan yang cukup. Hal tersebut telah dilakukan untuk setidaknya menghadapi tantangan yang masih bergulir di tahun 2022 dan 2023. Kemudian, pendekatan lain yang menjadi penting adalah menyiapkan infrastruktur digital. Namun inisiatif digital yang dilakukan tidak seperti bank-bank lain. Dalam hal ini perseroan tidak berharap agar seluruh nasabah memakai layanan secara digital. Karena bagi nasabah prasejahtera yang banyak digarap BTPN Syariah layanan ini tidak mudah dan murah. Oleh karena itu, transformasi digital yang diterapkan perseroan lebih cenderung untuk menyasar perolehan dana. Itupun target yang disasar masih sama yakni segmen individu menengah-atas. Pendanaan (funding) memang tidak banyak diharapkan dari segmen nasabah pembiayaan. Dengan hadirnya m-banking dan internet banking baru-baru ini, BTPN Syariah berharap segmen nasabah menengah-atas bisa semakin nyaman. Hingga pada akhirnya dapat semakin berkontribusi bagi pendanaan bank dan turut serta berperan dalam penyaluran pembiayaan.

"Untuk target DPK sendiri sampai akhir tahun ini kita sangat simpel bahwa kita punya alat likuid yang cukup besar. Jadi kita tidak berharap kalau DPK tumbuh lebih besar jauh dibandingkan pembiayaan. Karena pembiayaan tahun ini kita targetkan (tumbuh) low double digit, lower teens numbers," jelas Fachmy.

Per Juni 2022, BTPN Syariah mencatatkan DPK sebesar Rp 11,8 triliun dengan pembiayaan sebesar Rp 11,1 triliun, berikut non performing financing (NPF) net sebesar 0,2%. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) masih kuat di posisi 48,4%. Total aset tumbuh 16% menjadi Rp 20,1 triliun dan mencatatkan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 856 miliar.

Di sisi lain, Direktur Utama BTPN Syariah Ventura Ade Fauzan mengatakan, pihaknya baru melakukan penyertaan pada satu perusahaan rintisan sampai saat ini. Penyertaan selanjutnya masih dalam tahap diskusi awal dan belum bisa dibeberkan lebih lanjut. "Jadi masih sangat early sekali untuk kita ceritakan. Tetapi memang kami sangat clear mandatnya seperti yang telah disampaikan bahwa kami akan men-support pendanaan kepada perusahaan rintisan yang produk dan layanannya bisa diimplementasikan di BTPS atau di induk kami sebagai bank," kata dia.

Ade menambahkan, posisi permodalan BTPN Syariah Ventura masih cukup tebal karena belum banyak melakukan penyertaan. Sampai saat ini belum ada pembahasan untuk induk menambah modal. Diskusi banyak dilakukan untuk menambah portofolio baru. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading BTPN Syariah Patok Pembiayaan dan DPK Tumbuh Double Digit. Please share...!

Back To Top