Ditopang Kredit, Laba Bank Sumut Naik 12% Capai Rp 345 Miliar

Petugas Bank Sumut menawarkan produk Cemerlang dari asuransi Generali Indonesia


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) hingga semester I 2022 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 345 miliar, atau tumbuh 12,4% (year on year/yoy) dari periode yang sama 2021. Sejalan dengan itu, Bank Sumut berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Sumatera Utara dengan menyakurkan kredit ke sektor-sektor yang produktif, termasuk UMKM.

Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan hingga semester I 2022, outstanding penyaluran KUR Bank Sumut mencapai Rp 3,8 triliun atau naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp2,9 triliun. "Komposisi pinjaman KUR terdiri dari Rp 877 miliar digunakan untuk tujuan modal kerja dan selebihnya sebesar Rp 621 miliar untuk tujuan investasi," kata Rahmat, Kamis (29/9/2022).

Dari sisi nasabah penerima, fasilitas KUR telah disalurkan kepada 31.644 nasabah atau naik sekitar 29% year on year. “Ke depan, kami akan fokus untuk memberikan fasilitas KUR dalam rangka untuk memberdayakan UMKM," ungkap Rahmat.

Dia mengatakan komitmen dukungan Bank Sumut juga diwujudkan dengan memperbesar alokasi kredit untuk sektor-sektor produktif yang kini tumbuh signifikan. Seperti halnya ke sektor manufaktur atau industri pengolahan yang pada akhir semester I 2022, kredit Bank Sumut di sektor itu naik hingga 446% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penyaluran kredit pada sektor konstruksi pada akhir Juni 2022 tercatat naik 15% year on year. "Tingginya pertumbuhan kredit di dua sektor produktif tersebut sekaligus memunculkan optimisme perseroan terhadap perekonomian nasional yang kembali bangkit pasca-pandemi Covid-19," kata Rahmat.

Sementara outstanding penyaluran kredit hingga paruh pertama 2022 sebesar Rp 26,36 triliun. Jumlah tersebut naik 8,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari penyaluran kredit tersebut, perseroan berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (net) di level 1,61% atau membaik dari periode akhir Juni 2021 di level 2,12%.

Adapun Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan pada pertengahan tahun 2022 sebesar Rp 34,43 triliun atau naik 7,1% year on year. Komposisi dana pihak ketiga terdiri dari deposito Rp 13 triliun, tabungan Rp 11,03 triliun, dan giro Rp 10,4 triliun. “Kami akan senantiasa menjaga kinerja yang telah dicapai oleh Bank Sumut agar selalu bisa memberikan value kepada para stakeholders,” pungkas Rahmat. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ditopang Kredit, Laba Bank Sumut Naik 12% Capai Rp 345 Miliar. Please share...!

Back To Top