Emiten Transportasi Genjot Ekspansi Kendaraan Listrik

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (Kiri) dan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono (Kanan) foto bersama setelah penandatanganan plakat Peluncuran Visi Berkelanjutan Blue Bird, Jakarta, Rabu 20 April 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Blue Bird Tbk (BIRD) siap menambah 150 kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) hingga akhir tahun 2022. Sumber dana berasal dari belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini sebanyak Rp 1,2 triliun dan sudah terserap 50%.

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono menjelaskan, target tersebut diharapkan dapat tercapai pada kuartal IV-2022, pasalnya saat ini perseroan sedang mengalami kendala suplai kendaraan listrik akibat tingginya permintaan yang digunakan pada acara G-20 di Bali dan juga karena kelangkaan chip. "Namun yang pasti antusiasme dari para pengguna pada kendaraan listrik cukup tinggi,” jelas Sigit, di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Sigit menjelaskan, perseroan akan terus mengembangkan ekosistem energi terbarukan selain EV pada perusahaan. Salah satunya dengan mengganti sumber daya pada setiap pool menggunakan listrik dari solar panel. Rencana-rencana ini akan mulai dieksekusi pada tahun 2023. "Konversi penggunaan sumber daya ini menjadi hal yang menarik, saat ini kami masih dalam tahap pembelajaran dari sisi investasi dan benefit perlu perhitungan yang lebih jauh dan juga efektivitasnya,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD), Adrianto Djokosoetono, mengapresiasi Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang telah mengundang Blue Bird sebagai salah satu mitra resmi bandara untuk ikut serta dalam mendekatkan pengalaman mobilitas nol emisi kepada wisatawan serta masyarakat yang berkunjung ke Bali. "Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengurangi emisi karbon sebesar 50% pada tahun 2030. Bandara merupakan salah satu pintu masuk pengunjung dan merupakan first mile untuk memasuki wilayah Bali. Sehingga kolaborasi ini merupakan langkah strategis antara Blue Bird dan Angkasa Pura I untuk memberikan pengalaman mobilitas nol emisi kepada pengunjung sejak mereka pertama kali sampai di Bali,” kata Andre.

Prospek Bisnis Cerah

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar mengatakan, bahwa bisnis kendaraan listrik menjadi tren dan harapan baru seiring gencarnya kampanye transisi energi dari energi fosil ke renewable energy dan upaya pencapaian net zero emission. "Oleh karena itu hal ini ditangkap sebagai peluang besar oleh pelaku usaha. Apalagi Indonesia mempunyai resource yang cukup untuk berkembangnya ekosistem bisnis kendaraan listrik,” kata dia.

Menurut Bisman, bisnis pada EV memiliki prospek yang cerah untuk jangka panjang dengan perkiraan waktu lebih dari 5 sampai 10 tahun mendatang. Meski demikian, untuk jangka pendek diversifikasi ini belum akan mampu mendongkrak kinerja keuangan, namun untuk jangka panjang akan menjanjikan. "Untuk harga saham emiten tersebut pelan-pelan akan terkerek terus naik, karena pasar akan melihat tren dan perkembangan untuk ke depan,” tutur dia. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Emiten Transportasi Genjot Ekspansi Kendaraan Listrik. Please share...!

Back To Top