Gudang Garam Biayai Bandara Kediri Rp 10,8 Triliun

Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan badan usaha (KPBU) yang diprakarsai badan usaha (KPBU unsolicited) untuk membangun bandara baru di Kediri, Jawa Timur



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan badan usaha (KPBU) yang diprakarsai badan usaha (KPBU unsolicited) untuk membangun bandara baru di Kediri, Jawa Timur.

“Ini momen bersejarah karena menjadi perjanjian KPBU unsolicited pertama di Indonesia,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia sekaligus mengapresiasi PT Surya Dhoho Investama yang telah berinisiatif membangun bandara baru.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI mengungkapkan, pembangunan bandara dengan model KPBU unsolicited ini bisa diikuti oleh swasta lainnya sehingga pemerintah tidak perlu menggunakan dana APBN untuk pembangunan infrastruktur. “Ini juga bagian dari rencana strategis Kementerian Perhubungan, untuk terus mendorong pendanaan kreatif (creative financing) untuk berbagai proyek infrastruktur transportasi di Indonesia,” kata Budi menambahkan.

Nantinya, bandara ini bisa digunakan untuk penerbangan komersial, umroh, serta haji sehingga masyarakat Kediri dan sekitarnya tidak perlu lagi berangkat dari ke Jakarta atau Surabaya. Bandara ini akan dibangun dalam tiga tahap dengan nilai investasi mencapai Rp10,8 triliun dengan perincian, Rp6,6 triliun pada tahap I, Rp1,2 triliun pada tahap II, dan Rp3 triliun pada tahap III. Dengan pembangunan ini kapasitas penumpang bandara untuk tahap I mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, tahap II 4,5 juta penumpang per tahun dan tahap III 10 juta penumpang per tahun.  Bandara ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2023. Bandara diproyeksikan mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) sejenis Boeing 777-300ER.

“Semoga kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Jawa,” kata Presiden Direktur PT Suryo Dhaha Investama sekaligus Direktur Gudang Garam Tbk, Istata Taswin Siddharta menutup pembicaraan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gudang Garam Biayai Bandara Kediri Rp 10,8 Triliun. Please share...!

Back To Top