INKA-VKTR Gandeng Barata Garap Komponen Kendaraan Listrik

Direktur Keuangan PT INKA Andy Budiman, Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono, Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia (Persero) Sulistyo Handoko dan Wamen II BUMN Kartika Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat perjanjian pendahuluan (Head of Agreement/HoA) di Gresik, Jawa Timur


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Barata Indonesia (Persero) bersama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka dan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sepakat menjalin kerja sama untuk pengembangan dan pembuatan komponen otomotif berbasis kendaraan listrik.

Direktur Keuangan, SDM dan Management Risiko INKA Andy Budiman mengatakan, ketiga perusahaan tersebut sepakat berkolaborasi mengembangkan komponen otomotif terutama untuk kendaraan listrik dalam rangka menciptakan ekosistem industri komponen mobil listrik. Kerja sama meliputi pengembangan komponen otomotif terutama untuk mobil listrik, pengujian performansi dan durability komponen otomotif hasil pengembangan bersama serta implementasi komponen hasil pengembangan dalam kendaraan listrik. "Untuk tahap pertama kolaborasinya akan diimplementasikan pada transportasi bus listrik yang dibuat oleh INKA,” kata Andy, Selasa (20/9/2022).

Inka mendukung Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) dan sedang memproduksi 53 unit bus listrik, dimana 30 unit di antaranya akan digunakan untuk transportasi KTT G-20 dan setelah KTT G-20 akan dioperasikan semuanya oleh Perum DAMRI di Bandung dan Surabaya. "TKDN pada bus listrik generasi pertamanya, PT INKA sudah mencapai 42% dan pada tahun ini telah mencapai 60% TKDN dan selanjutnya sedang ditingkatkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang mengikutsertakan industri lokal dalam pembuatan bus listrik,” tambah Andy.

Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono menegaskan kerja sama strategis ini bertujuan untuk mewujudkan ekosistem transportasi berbasis listrik dengan memadukan kompetensi serta sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak. "Nantinya, kerja bareng kami ini difokuskan pada 4 hal, yakni riset dan pengembangan, co-manufacture, repower atau konversi kendaraan konvensional menjadi listrik, dan pengembangan ekosistem yang berkelanjutan (sustainable ecosystem),” terangnya.

Menurut Gilarsi, dalam hal riset dan pengembangan, para pihak terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan atau universitas baik yang telah bekerjasama dengan INKA maupun VKTR. Para pihak juga secara bersama-sama menjadi manufaktur (co-manufacture) mulai dari bentuk proses desain hingga manufaktur komponen-komponen mekanik maupun elektronik untuk kendaraan listrik. Dalam hal konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik (repower) kerja sama akan dilaksanakan dalam hal proses konversi serta desain dan manufaktur komponen-komponen yang dibutuhkan. "Dalam hal pengembangan ekosistem berkelanjutan, kerja sama akan dilaksanakan dalam bentuk pengadaan transportasi berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan untuk sejumlah destinasi wisata–target utama kami antara lain area Sarangan, Bromo, Borobudur dan Dieng,” jelas Gilarsi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia (Persero), Sulistyo Handoko, menyambut positif kerja sama tersebut. Sebagai perusahaan manufaktur nasional, Barata Indonesia memiliki kapasitas manufaktur dengan kelengkapan infrastuktur di berbagai industri. Tidak hanya itu saja, Barata Indonesia juga siap mendukung kebutuhan industri transportasi nasional dengan TKDN yang tinggi. Kolaborasi ini juga dinilai akan menciptakan produk subtitusi impor. "Kami terus berinovasi dalam pengembangan kompetensi produk casting untuk menghasilkan berbagai jenis produk komponen industri yang berdaya saing dan bisa mensubtitusi komponen impor. Kami menyambut baik kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan manfaat bagi bisnis, tapi juga berkontribusi terhadap kemajuan industri manufaktur nasional," kata Sulistyo.

Dia menambahkan, nantinya PT Barata Indonesia akan melakukan produksi casting untuk komponen bus listrik tersebut. Mulai dari Front Swing Arm, Front Disc Brake Casing, Front Wheel Hub, Steering Link serta Front Connector Pad.

PT Barata Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang fabrikasi komponen industri dan proyek konstruksi di bidang pertanian, energi, pengairan dan industri pendukung lainnya, serta kini tengah melaksanakan pengembangan komponen kereta api. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading INKA-VKTR Gandeng Barata Garap Komponen Kendaraan Listrik. Please share...!

Back To Top