Kementan Dorong Pupuk Organik Cair untuk Genjot Panen Padi

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pupuk organik cair untuk meningkatkan hasil panen padi sehingga membantu menyejahterakan petani



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pupuk organik cair untuk meningkatkan hasil panen padi sehingga bisa menyejahterakan petani. Hal itu dikatakan Inspektur Jenderal Kementan, Jan Samuel Maringka saat mengecek hasil pupuk organik cair milik PT Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) yang mampu menaikkan hasil panen padi dari lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah awal pekan ini.

"Hasil laporan yang saya terima dan saya cek ke lapangan menunjukkan hasil panen mampu mencapai 9,5 ton per hektare, 10 ton per hektare hingga 11 ton per hektare. Ini menunjukkan angka di atas rata-rata setelah penggunaan pupuk organik tersebut," kata Jan Samuel, Kamis (15/9/2022).

Pengecekan untuk memastikan kebenaran hasil ubinan yang berada di atas rata-rata. Hasil ubinan menunjukkan ada kenaikan 26% untuk tanaman yang menggunakan pupuk organik cair milik SidoMuncul ini. Uubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran, dan penimbangan.

Jan mengatakan, pupuk PT Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) diolah dari limbah jamu. "Kalau berhasil di Sukoharjo, bukan tidak mungkin akan kami kembangkan di berbagai wilayah lain," tambah Jan.

Dia mengatakan peningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi sebagai upaya menghadapi krisis pangan dunia.

Sementara salah satu petani di Kabupaten Sukoharjo, Sukirno berharap pendampingan dari PT SMPN tidak berhenti di sini. Dia berharap kesulitan petani terkait pengadaan pupuk bisa direspons Kementan melalui optimalisasi lahan atau program lain. "Kami berusaha bagaimana kemandirian petani bisa terwujud agar tidak selalu bergantung pada pupuk-pupuk kimia, termasuk pupuk subsidi. Tentu kami ingin petani ke depan bisa mandiri, misalnya dari hasil pertanian yang kita garap per hektare kurang lebih bisa dapat 9 ton,” ungkapnya.

Dengan produk pupuk PT SMPN kata dia, dapat mengurangi tingkat kerusakan tanaman maupun hama. Selain itu, tanaman juga lebih sehat dengan pupuk organik itu.

Management Representative PT Sido Muncul Pupuk Nusantara, Rafael Armen, menyebut kenaikan selisih panen berkisar 1,71 ton per hektare usai penggunaan pupuk organik cair. "Kami laporkan hasil ubinan yang sudah dilakukan oleh rekan-rekan dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani, hasil sebesar 8,2 ton per hektare untuk demplot yang menggunakan pupuk organik cair. Sedangkan yang tidak memakai pupuk organik cair bobot ubinnya 6,49 ton per hektare, sehingga selisihnya 1,71 ton per hektare. Pencapaian hasil di atas hasil rata-rata pupuk konvensional ini kami dapatkan di setiap musim panen,” imbuhnya.

Terpisah Dirut PT Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) David Hidayat menyampaikan sebagai bagian dari industri berkelanjutan yang berfokus kepada bahan-bahan organik maka Sido Muncul Pupuk Nusantara berupaya berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. "Pupuk organik cair SMPN menunjukkan adanya selisih kenaikan hasil 26% di lahan pertanian padi di Kabupaten Sukoharjo," kata David Hidayat yang juga Dirut Sido Muncul ini. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kementan Dorong Pupuk Organik Cair untuk Genjot Panen Padi. Please share...!

Back To Top