Strategi BRI Finance Optimalkan Pembiayaan Konsumen

Direktur Utama BRI Finance (BRIF) zizatun Azhimah saat Launching Penggunaan Motor Listrik Untuk Kendaraan Operasional BRI Finance dalam Rangka Implementasi ESG di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022. Sepeda motor Smoot dari PT Smoot Motor Indonesia adalah produk Indonesia yang memiliki komitmen sama dengan BRI Finance untuk bergerak kea rah bisnis berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan



JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berupaya lebih mengoptimal menggarap potensi bisnis sebanyak 120 juta nasabah induknya yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Strategi itu dilakukan melalui dua inisiatif yaitu implementasi digitalisasi dan branchless financing.

Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah menyampaikan, menyampaikan, langkah ini sejalan dengan semangat BRI Finance untuk meningkatkan kontribusi terhadap pencapaian kinerja induk dan mendukung peran strategis BRI Group dalam pemulihan ekonomi nasional. Perseroan perlu terus berinovasi, menjalankan transformasi di berbagai proses bisnis dan operasional, menjadi lebih cepat, melalui proses fast track approval, hingga memperluas coverage pemasaran dengan penempatan relationship manager di gerai induk usaha yaitu BRI, dan lain-lain. "Sehingga terus mendorong BRI Finance bertransformasi menjadi multifinance yang fokus pada segmen konsumer dengan target komposisi pembiayaan naik menjadi kisaran 70% lebih, sisanya baru komersial,” ujar Azizah, Rabu (31/8/2022).

Dia menerangkan, transformasi menjadi multifinance yang fokus pada segmen pembiayaan konsumen Grup BRI telah digelar BRI Finance sejak 2019. Namun baru pada 2022 ini perusahaan berhasil memacu pertumbuhan segmen konsumer secara lebih agresif di tengah permintaan tinggi di pasaran. Porsi pembiayaan konsumen dibandingkan dengan pembiayaan komersial BRI Finance terus meningkat secara konsisten. Pada 2020 komposisinya masih 35:65, lalu berbalik menjadi 59:41 pada 2021, dan terus meningkat menjadi 68:32 per Mei 2022. Untuk merealisasikan aspirasi tersebut, BRI Finance telah menerapkan beberapa inisiatif strategis. Pertama, implementasi branchless financing melalui penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI. BRI Finance sudah menempatkan tenaga pemasar di 175 unit kerja BRI. Ke depan, penempatan tenaga pemasar di cabang BRI pun akan diperluas.

Sebab, kata Azizah, BRI Finance ingin mengoptimalkan akses pada 120 juta nasabah potensial dari BRI Group yang tersebar di seluruh Indonesia dengan demografi yang beragam. Hal itu pun merupakan salah satu bentuk optimalisasi penunjukannya sebagai single gateway auto loan BRI Group atau pengalihan seluruh bisnis otomotif BRI Group ke Perusahaan yang sudah dilakukan sejak tahun 2020. Kedua, pengembangan digitalisasi bisnis dan payment gateway. Salah satunya melalui pengembangan dan inovasi aplikasi MyBrif sebagai bagian dari transformasi digitalisasi proses bisnis. BRI Finance bekerjasama dengan ekosistem BRI Group termasuk super apps BRI yaitu BRIMo dan layanan branchless BRILink. Sementara untuk pertumbuhan pangsa pasar di luar grup, BRI Finance melakukan kolaborasi digitalisasi bisnis bersama marketplace otomotif. Adapun pada 2022, perseroan membidik pembiayaan baru mencapai di atas Rp 4 triliun dan sudah terealisasi lebih dari Rp 2 triliun.

Terakhir yakni implementasi fast track approval untuk percepatan proses persetujuan pembiayaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari reengineering proses bisnis melalui pemanfaatan credit scoring dan data digital sehingga diharapkan proses pengajuan pembiayaan hingga persetujuan menjadi lebih cepat dan efisien. "Inisiatif ini juga merupakan wujud dari komitmen kami untuk senantiasa memberikan layanan yang terbaik kepada debitur," tambah Azizah. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Strategi BRI Finance Optimalkan Pembiayaan Konsumen. Please share...!

Back To Top