Vale Indonesia Targetkan Produksi 60.000 Ton Nikel Per Tahun

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menandatangani kesepakatan investasi dengan Shandong Xinhai Technology Co Ltd dan Baowu Steel Group Corp Ltd asal Tiongkok untuk mengembangkan pabrik pengolahan di Sulawesi, Selasa, 6 September 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kembali menggandeng partner baru yakni Huayou untuk menggarap proyek Sorowako dan Pomala. Adapun sebelumnya, perseroan juga melakukan kerjasama dengan Tisco dan Xinhai, untuk proyek Bahodopi.

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy menjelaskan, sebenarnya kerja sama kedua pihak telaha dimulai pada awal tahun 2022. Awalnya, pihak dari Huayou melakukan studi kelayakan dengan hasil yang positif. "Dengan demikian, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama, dengan menandatangani Heads of Agreement (HoA) yang akan menjadi acuan untuk kesepakatan lebih lanjut dan ditandatangani pada 13 September 2022," jelasnya, Rabu (14/9/2022).

Ia menuturkan, pabrik dengan smelter berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) tersebut akan mengolah bijih nikel limonit menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 60.000 ton produk nikel dalam MHP. "MHP kemudian dapat diolah menjadi bahan untuk komponen baterai, misalnya untuk kendaraan listrik,” imbuhnya.

Febriany melanjutkan, kerja sama proyek pengembangan ini adalah salah satu bentuk realisasi komitmen pertambangan berkelanjutan dan strategi PT Vale Indonesia dalam menunjang program pemerintah untuk membuat ekosistem mobil listrik. Selain itu, salah satu poin terpenting dari kerja sama ini adalah komitmen para pihak untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 dan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meminimalkan emisi karbon. Huayou akan berdiskusi lebih lanjut dengan PT Vale untuk mempelajari alternatif energi rendah karbon.

Ketua Huayou Chen Xuehua mengatakan, kerja sama yang terjalin antara Huayou dan Vale Indonesia merupakan kombinasi sempurna dari keunggulan sumber daya mineral Vale dan keunggulan teknologi High Pressure Acid Leaching Huayou Cobalt, untuk mencapai pengembangan sumber daya mineral rendah karbon, hijau, dan berkelanjutan. "Melalui kerja sama ini, kami juga dapat memenangkan peluang pertumbuhan bagi kedua belah pihak, menambah kekuatan dan nilai bagi industri, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia," tegasnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Vale Indonesia Targetkan Produksi 60.000 Ton Nikel Per Tahun. Please share...!

Back To Top