Dana IPO Blibli untuk Ekspansi Tiket.com dan Ranch Market

PT Global Digital Niaga atau Blibli bakal melangsungkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dengan mengincar dana segar sebanyak Rp 8,17 triliun


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Global Digital Niaga atau Blibli akan mekakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 8,17 triliun. Dananya akan digunakan untuk ekspansi anak usaha yakni Tiket.com dan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) atau rancj Market di sampung bayar utang.

Chief Financial Officer Blibli Hendry mengatakan dana IPO akan digunakan untuk mendukung kegiatan utama Blibli, anak perusahaan, dan Tiket.com yang sudah diakuisisi Blibli sejak 2017 lalu. "Termasuk kegiatan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang proses akuisisinya sudah Blibli tuntaskan pada kuartal IV 2022," kata Hendry dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Blibli.com akan melepas sebanyak-banyaknya 17.771.205.900 saham baru dengan nilai nominal Rp 250 setiap saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran awalnya (bookbuilding) dengan rentang harga penawaran sebesar Rp 410-Rp 460 per saham. Dana yang bisa diraih paling banyak Rp 8,17 triliun. Dari total proceed tersebut, sekitar Rp 5,5 triliun akan dipakai untuk membayar fasilitas perbankan alias bayar utang. “Sebenarnya fasilitas ini sudah kami miliki dari tahun sebelumnya dan sebagai proses bisnis ini normal. Jadi untuk proceed Rp 5,5 triliun untuk diakukan pembayaran,” ucap dia.

Berbekal ekosistem yang cukup lengkap tersebut, ke depan Blibli pun bakal fokus mengeksekusi strategi sinergi di dalam ekosistem. Jadi, kalau dilihat beberapa tahun ke belakang masing-masing platform masih beroperasi dan optimalisasinya sendiri-sendiri. Melalui aksi korporasi ini tujuannya menyinergikan tiga platform tersebut sehingga ke depan kami akan fokus mengeksekusi sinergi omnichannel dan sinergi platform. Salah satu caranya dimulai dengan menerapkan single sign on, lalu menyediakan dompet digital dan sebagainya. "Jadi, sebenarnya ini yang patut ditunggu. Kami yakin dengan esksekusi aksi korporasi ini nantinya bisa jadi lebih,” tutur Hendry.

Dalam kesempatan itu, CEO Tiket.com George Hendrata menambahkan alasan di balik melantainya Blibli di bursa yang didrong oleh potensi pasar yang masih cukup besar. “Pasarnya besar. Ada US$ 150 miliar dilayani Blibli, US$ 41 miliar di travel dan lifestyle dilayani Tiket.com dan sekitar US$ 124 miliar di kebutuhan sehari-sehari dilayani Ranch,” sebut George.

Di luar ketiga platform itu, masih terdapat perusahaan proxy di luar negeri yang cukup dan berkelanjutan dengan laba yang positif. Atas dasar itu, George melihat banyak hal yang bisa dijalankan apalagi didukung dengan adanya omnichannel dan sinergi. "Jadi kita yakin, manajemen kita juga lokal nanti ini kebutuhannya sangat cocok buat Indonesia. Kita melihat ini juga akan berkelanjutan dan berlaba positif di Indonesia, makanya kita berani untuk IPO,” ungkap George.

Ketika ketiga kombinasi bisnis tersebut yakni e-commerce, lifestyle, dan travel serta kebutuhan sehari-hari diintegrasikan maka potensinya akan sangat tinggi. Satu sisi, kombinasi bisnis ini menjadi satu-satunya di Indonesia, di sisi lain melalui sinergi ekosistem juga akan menurunkan biaya konsumen dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Dana IPO Blibli untuk Ekspansi Tiket.com dan Ranch Market. Please share...!

Back To Top