September, BP Jamsostek Capai 35,6 Juta Peserta Aktif

Drama musikal dimainkan oleh jajaran direksi dengan memakai kostum berbagai profesi


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat sebanyak 35,6 juta peserta aktif sampai dengan September 2022. Target sebanyak 70 juta peserta aktif diyakini mampu tercapai pada tahun 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja mencapai 135,61 juta orang. Dari angka tersebut, 60% di antaranya bekerja di sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi BP Jamsostek untuk terus meningkatkan cakupan kepesertaan. Pasalnya, total jumlah peserta aktif BP Jamsostek baru mencapai 35,6 juta pada September 2022. Adapun sebanyak 4,6 juta peserta merupakan segmen pekerja BPU. Hasil riset BP Jamsostek menemukan bahwa banyaknya pekerja BPU yang belum terdaftar sebagai peserta disebabkan masih kurangnya pemahaman mereka terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial, mereka juga beranggapan bahwa program ini hanya diperuntukan bagi pekerja formal.

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, hasil riset tersebut disikapi dengan meluncurkan sebuah strategi komunikasi baru bertema "Kerja Keras Bebas Cemas". Strategi ini resmi diperkenalkan melalui drama musikal tentang kegelisahan pekerja, mulai dari saat mengalami kecelakaan kerja sampai memastikan masa depan mereka. "Negara melalui BP Jamsostek hadir untuk memastikan setiap pekerja Indonesia, apapun profesinya, apapun yang Anda kerjakan, Anda berhak untuk sejahtera, Anda berhak untuk dilindungi," ungkap Anggoro, Kamis (20/10/2022).

Anggoro optimistis mampu memecahkan target 70 juta peserta aktif melalui berbagai strategi. Selain strategi komunikasi yang baru diperkenalkan, salah satunya pendekatan langsung yakni kepada setiap sektor pekerja BPU seperti nelayan, petani, pedagang maupun profesi lainnya, sesuai karakter dan pendekatan yang sesuai. "BP Jamsostek juga terus berupaya untuk mengerti kebutuhan para pekerja sehingga diharapkan mereka juga akan lebih mudah memahami pentingnya menjadi peserta BP Jamsostek untuk melindungi diri dari segala risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja," jelas dia.

Anggoro menambahkan kini, layanan jaminan sosial saat ini semakin dekat dengan para pekerja BPU. Karena proses pendaftaran dan pembayaran iuran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) serta kanal kerjasama lainnya.

Ketua Dewan Pengawas BP Jamsostek yang diwakili oleh Subchan Gatot turut memperkuat komitmen Direksi dalam melindungi lebih banyak pekerja BPU. Pihaknya juga meyakini program yang disiapkan mampu memperluas cakupan kepesertaan pekerja informal. "Oleh karena itu kita coba sasar sektor tersebut dengan lebih masif lagi sehingga di tahun 2026 BP Jamsostek bisa mengcover pekerja BPU lebih banyak lagi yaitu sekitar 25% dari total target kepesertaan secara keseluruhan," ungkap Subchan.

Seperti yang diketahui dengan cukup membayar iuran sebesar Rp 36.800 per bulan, pekerja BPU bisa mendapatkan perlindungan tiga program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Masing-masing program memiliki manfaat yang beragam. Peserta bisa mendapatkan jaminan perawatan tanpa batas biaya jika terjadi risiko kecelakaan kerja. Kemudian santunan kematian sebesar Rp 42 juta. Beasiswa pendidikan anak dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Hingga tabungan yang dapat dimanfaatkan ketika memasuki hari tua. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading September, BP Jamsostek Capai 35,6 Juta Peserta Aktif. Please share...!

Back To Top