Andalkan ECHO, RS Dharmais dan Roche Perbaiki Penanganan Kanker

Dari kiri, Ait-Allah Mejri sebagai Presiden Direktur Roche Indonesia, Soeko Werdi Nindito sebagai Direktur Pusat Kanker Nasional RS. Kanker Dharmais,  Aswan Usman sebagai  Direktur Fasilitas Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Eniarti sebagai Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito menghadiri  (Foto: RS Dharmais)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- RS Kanker Dharmais dan Roche Indonesia bekerja sama untuk memperbaiki penanganan kanker di Indonesia dengan program tele-mentoring ECHO (Extension for Community Healthcare Outcomes). RS Dharmais dan Roche juga menggandeng Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), Himpunan Perawat Onkologi (HIMPONI), Tata Memorial Centre, India dan Project ECHO, University of New Mexico, Amerika Serikat (AS).

“Jadi kanker ini merupakan penyakit yang menyebbabkan kasus kematian tinggi. Dengan ada rujukan, kita kolaborasi dengan data, kita bisa mendukung upaya transformasi yang dilakukan Kemenkes. Kita tahu fokus dari Kemenkes adalah penyakit katastropik yang menyumbang pembiayaan tertinggi, salah satunya adalah kanker,” kata Direktur Fasilitas Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aswan Usman di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Tahapan penting dimulai dengan peluncuran telementoring ECHO pada RS Dr Sardjito sebagai hub baru setelah sebelumnya Dharmais; dimulainya telementoring ECHO sebagai bagian dari Pelatihan Keperawatan Onkologi Dasar; dimulainya pembelajaran untuk 31 orang penerima beasiswa perawat spesialis onkologi di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia; serta dimulainya pembelajaran untuk 25 orang peserta program Navigator Pasien Kanker di Tata Memorial Center India. Tiga fokus utama dalam kemitraan ini meliputi program tele-mentoring ECHO, penguatan tenaga perawat onkologi melalui beasiswa dan pelatihan, serta implementasi program Navigator Pasien Kanker (Napak).

Presiden Direktur PT Roche Indonesia Ait-Allah Mejri mengatakan pencapaian ini adalah hasil dari upaya kreasi bersama yang sangat intens antara Roche dan berbagai institusi kunci yang terlibat, dan diharapkan akan mengarah pada pemberian penanganan terbaik-dalam-praktik kepada masyarakat yang kurang terlayani di Indonesia. "Kami menganggap bahwa kesenjangan nasional dalam penyedia layanan kesehatan yang terampil merupakan halangan utama untuk memberikan penanganan kanker yang merata dan berkualitas tinggi. Kami percaya bahwa mengambil tanggung jawab sebagai mitra sistem kesehatan dan pemerintah Indonesia sama pentingnya dengan inovasi ilmiah,” tambahnya.

Project ECHO merupakan model telementoring inovatif yang menghubungkan tenaga kesehatan di daerah (disebut dengan “spoke”) dengan spesialis/ahli di pusat rujukan (disebut dengan “hub”) sehingga pasien bisa ditangani di daerah tanpa harus selalu dirujuk. Berlangsung sejak tahun 2021, Program ECHO menargetkan untuk mendirikan 10 hub layanan kanker yang tersebar di wilayah Indonesia bagian barat hingga timur dengan partisipasi lebih dari 100 rumah sakit (spokes) pada tahun 2024.

“Sebenarnya RS Kanker Dharmais sudah melatih banyak sekali perawat onkologis di daerah-daerah. Jadi RSUD juga sudah memiliki satu atau dua perawat seperti itu yang nanti di daerahnya bisa mentransfer knowledgena kepada tteman-teman. Tetapi secara formal, hal itu harus dikuatkan supaya standard dari ilmu itu jadi lebih kuat lagi,” tambah Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Soeko W. Nindito.

RS. Kanker Dharmais menjadi hub pertama di Indonesia yang menaungi berbagai rumah sakit di daerah. Hingga tahun 2022, program telementoring ECHO telah diterapkan dalam 3 fokus area yakni kanker anak, kanker payudara serta deteksi dini kanker payudara. Khusus untuk deteksi dini kanker payudara, program ini menggandeng Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) untuk para kader kesehatan dan bidan dua Puskesmas di daerah Kabupaten Tangerang. Program ECHO telah menjangkau lebih dari 240 tenaga kesehatan yang berada di 23 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia.

RSUP dr Sardjito Yogyakarta akan mengikuti Langkah RS Dharmais untuk menjadi hub kedua bagi rumah sakit daerah di area Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. RSUP dr Sardjito akan memulai program ECHO pada 4 November 2022 dengan fokus pada kanker payudara. Sesi pertama ditargetkan untuk diikuti kurang lebih 70 peserta dari 11 rumah sakit daerah dan 12 rumah sakit vertikal. (sd)

Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Andalkan ECHO, RS Dharmais dan Roche Perbaiki Penanganan Kanker. Please share...!

Back To Top