Demam Kendaraan Listrik, Blue Bird Tambah 60 Mobil

Direktur PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono (kiri) berbincang dengan General Manager of BYD Asia Pacific Liu Xueliang dan Chief Representative of BYD Indonesia Eagle Zhao (kanan) usai menandatangani kerjasama penambahan unit kendaraan listrik di Jakarta, Senin (9/12/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Blue Bird Tbk (BIRD) menargetkan akan menambah sebanyak 50 sampai 60 unit mobil listrik untuk area Jakarta dan Bali. Ekspansi tersebut selanjutnya bakal diperluas hingga berbagai wilayah lain di Indonesia. Konversi Blue Bird menuju energi berkelanjutan ini bertujuan menekan dampak buruk operasional dan layanan perseroan terhadap lingkungan khususnya polusi udara. Apalagi, transisi ini menjadi isu prioritas Konferensi Tingkat Tingkat (KTT) di mana Indonesia memegang presiden G-20 Bali.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono menegaskan bahwa perseroan berkomitmen menjalankan seluruh operasional perusahaan secara bertanggung jawab dengan mengurangi dampak negatif dari operasional dan layanan Blue Bird terhadap lingkungan melalui implementasi kendaraan listrik. “Blue Bird merupakan katalis dalam penerapan armada listrik untuk layanan taksi,” ujar Sigit, Senin (11/7/2022).

Selain itu, Blue Bird juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah mewujudkan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Dukungan ini diberikan karena sejalan dengan visi perseroan untuk mengurangi emisi dan limbah operasional sebanyak 50% pada 2030.

Menurut Sigit, visi tersebut ditopang oleh tiga pilar keberlanjutan yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps untuk menciptakan perbaikan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial, serta peningkatan kualitas bisnis. Melalui pilar BlueSky, perseroan mengincar beberapa komitmen konkrit sampai 2030 di antaranya peningkatan adopsi kendaraan listrik sebesar 10%, adopsi CNG (gas bumi terkompresi) sebesar 23%, dan implementasi panel surya sebagai alternatif energi di kantor pusat serta pool Bluebird target penghematan sebesar 150.000 kWH dapat tercapai. Perihal konversi energi tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyampaikan sebagai Presidensi KTT G-20, Indonesia mendukung penuh upaya Transisi Energi Berkelanjutan melalui program Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

“Salah satunya diwujudkan dalam bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kendaraan ramah lingkungan, serta sebagai salah satu wujud dukungan terhadap pelaksanaan KTT G-20,” imbuh Budi Karya.

Adapun sampai kuartal III 2022, emiten taksi bersandi saham BIRD ini berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,50 triliun, meningkat sekitar 73% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,44 triliun. Blue Bird juga kinclong dengan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 260,62 miliar. Perolehan itu berbanding terbalik dengan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 September 2021 senilai Rp 66,19 miliar. (ym)

Labels: Otomotif

Thanks for reading Demam Kendaraan Listrik, Blue Bird Tambah 60 Mobil. Please share...!

Back To Top