Gandeng Sinopharm, KAEF Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sinopharm dalam rangka penguatan kerja sama meliputi produksi, distribusi, ekspor-impor


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Kimia Farma Tbk (KAEF) belum lama ini menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Sinopharm dalam rangka penguatan kerja sama meliputi produksi, distribusi, ekspor-impor. Selain itu, untuk peningkatan riset serta lisensi.

“KAEF diberikan kesempatan bekerja sama dengan Sinopharm dalam memperluas bisnis dan upaya mendukung ketahanan kesehatan di Indonesia,” jelas Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) David Utama, Rabu (30/11/2022).

Dia mengatakan kolaborasi ini diperlukan dalam meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia.

Dalam kesempatan sama, President Sinopharm International Zhou Song menuturkan bahwa Kimia Farma dan Sinopharm kembali mendorong transformasi industri kesehatan.

Chairman Sinopharm Group Liu Jingzhen menyampaikan Sinopharm mendukung perjuangan melawan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui penyediaan vaksin Covid-19. "Kerja sama penanganan pandemi antara perusahaan farmasi besar kedua negara telah menjadi bukti kolaborasi baik dalam mendukung ketahanan kesehatan. Ke depannya, kedua belah pihak akan mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia untuk membantu memproduksi bahan baku obat dalam negeri,” ujar Liu.

Sementara Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rizka Andalucia mengatakan, bahwa Indonesia sedang menjalankan program transformasi sistem kesehatan. Pelaksanaan transformasi ini terdiri dari enam pilar yaitu transformasi pelayanan primer, transformasi pelayanan sekunder, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi talenta kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. "Sesuai transformasi sistem ketahanan kesehatan, Indonesia menargetkan mencapai ketahanan nasional melalui dukungan pada penelitian, pengembangan, dan produksi 10 bahan baku obat (BBO) dalam negeri terbanyak yang salah satunya adalah paracetamol," kata Rizka.

Sebelumnya melalui Forum Kemitraan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan badan usaha besar, dijalin kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang bertujuan mendorong pengembangan UMKM agar mampu menembus pasar mancanegara. Dalam acara yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tersebut, sebanyak 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan besar mengikuti Forum Kemitraan UKM/IKM ini. Kimia Farma turut mengikutsertakan empat UMKM mitra binaan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gandeng Sinopharm, KAEF Perkuat Sistem Kesehatan Nasional. Please share...!

Back To Top