Petrokimia Gresik Kaji Pembangunan Pabrik Asam Nitrat

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo (dua dari kiri) dan Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih (kiri), saat bersama jajaran petinggi PT Dahana (Persero). (Foto: Istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Mendukung kemandirian industri nasional, Petrokimia Gresik melakukan kajian pembangunan pabrik asam nitrat dan amonium nitrat. Rencana ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) joint study antara Petrokimia Gresik dengan PT Dahana (Persero) di pembukaan Indo Defence Expo dan Forum 2022 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, Petrokimia Gresik bersama PT Dahana (Persero) yang berpengalaman dalam tata niaga asam nitrat dan amonium nitrat akan membentuk tim untuk menyusun pre-feasibility study pembangunan pabrik asam nitrat dan amonium nitrat di area pabrik Petrokimia Gresik. Sebagai informasi, asam nitrat dan amonium nitrat merupakan produk turunan dari pabrik amoniak, di mana Petrokimia Gresik saat ini memiliki dua pabrik amoniak dengan kapasitas produksi 1.105.000 ton per tahun. Selain itu, tambahan pasokan gas sebesar 150 MMSCFD juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik amoniak-urea (Amurea) III. "Petrokimia Gresik memiliki potensi besar untuk mendirikan pabrik asam nitrat dan amonium nitrat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk berbasis nitrat,” kata Dwi Satriyo di pameran Indo Defence 2022, Jumat (4/11/2022).

Dwi menyampaikan, saat ini Petrokimia Gresik memiliki pupuk NPK bermerek Petro Nitrat dengan formulasi 16-16-16 yang mengandung nitrogen dalam bentuk nitrat untuk tanaman hortikultura dan buah-buahan. Selain itu, amonium nitrat nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh PT Dahana (Persero).

Dwi menambahkan, dalam kajian awal, kebutuhan asam nitrat dan amonium nitrat dalam negeri cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. Sehingga rencana pembangunan pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri dan sebagai upaya substitusi bahan baku impor. "Hal ini sejalan dengan arahan presiden Jokowi untuk mengurangi penggunaan produk-produk impor. Sehingga pabrik amonium nitrat ini sangat strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi bangsa,” imbuh Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menambahkan, asam nitrat dan amonium nitrat Petrokimia Gresik ke depan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga pasar ekspor. Amonium nitrat menjadi salah satu komoditas yang akan diperdagangankan melalui kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai yang baru-baru ini diresmikan. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Petrokimia Gresik Kaji Pembangunan Pabrik Asam Nitrat. Please share...!

Back To Top