Triasmitra Bangun Kabel Laut Canggih Kapasitas 25 Terabyte

(Ki-Ka) Direktur Operasional PT Ketrosden Triasmitra Tbk (Triasmitra) Dani Samsul, Direktur Utama Triasmitra Titus Dondi, Direktur Keuangan Triasmitra Vidcy Octory, dan Corporate Secretary Triasmitra Ikhsan Triyanto, memantau kapal-kapal yang bergerak di sekitar kabel bawah laut milik Triasmitra dalam acara Hari jadi Triasmitra yang ke-28, di Jakarta, 25 November 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan jaringan telekomunikasi fiber optik PT Ketrosden Triasmitra Tbk berencana membangun jalur sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Rising-8 dari Jakarta ke Singapura. SKKL ini akan memiliki panjang sekitar 1.150 kilometer (km) dengan teknologi sistem repeatered dan mampu berkapasitas sebesar 25 terabyte per second per fiber pair. Adapun dana yang dibutuhkan perseroan untuk pembangunan jaringan telekomunikasi kabel laut ini sekitar US$ 70 juta hingga US$ 100 juta.

Direktur Utama Triasmitra Titus Dondi mengungkapkan, saat ini total panjang jaringan telekomunikasi yang sudah dibangun Triasmitra, baik itu kabel laut maupun kabel darat mencapai 10.000 km. Dari jumlah tersebut, 6.500 km adalah jaringan yang dibangun dan dimiliki sendiri oleh Triasmitra. "Kami akan membangun lagi jaringan kabel laut serat optik dari Jakarta ke Singapura. Sebelumnya kami sudah memiliki jaringan kabel laut yang kami namakan B2JS dari Jakarta ke Singapura yang sudah terisi penuh oleh pelanggan kami," kata Titus, Jumat (25/11/2022).

Titus menjelaskan, menyongsong era digital yang membutuhkan aktivitas cepat, handal, dan kapasitas yang besar, pelanggan perseroan membutuhkan kembali jaringan kabel laut dari Jakarta ke Singapura dengan kapasitas 25 terabyte per second per fiber pair.

Menurut Titus, saat ini Rising-8 masih proses perizinan di Tim Nasional Penataan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah dan direncanakan siap dipakai (RFS) pada kuartal II 2024. "Untuk kabel Rising-8 ini, sebelum kami memulai membangun, kami sudah mendapatkan tiga calon pelanggan yang sudah siap berkontribusi menggunakan kabel laut yang kami bangun. Kami optimistis setelah nanti selesai akan banyak calon pelanggan yang menunjukkan minatnya,” ujarnya.

Titus menambahkan, saat ini pembangunan infrastruktur kabel bawah laut masih belum bisa sepenuhnya dilakukan secara masif karena masih ada beberapa kendala. Salah satunya, terbatasnya jumlah kapal penggelar kabel atau cable ship di Indonesia. "Keterbatasan ini membuat para developer atau kontraktor yang akan melakukan penggelaran kabel bawah laut harus antri untuk memperoleh jadwal kapal penggelar," tandasnya.

Titus mengatakan, Triasmitra mengambil peluang tersebut dengan melakukan inisiatif untuk mempunyai kapal penggelar kabel sendiri. Pertengahan 2022 ini Triasmitra telah membeli kapal Skandi Sotra berbendera Norwegia untuk dilakukan konversi menjadi kapal penggelar kabel. Saat ini, kapal tersebut masih dalam proses konversi di Pax Ocean Batam Kepulauan Riau. Kapal ini telah mempunyai nama baru yaitu Bentang Bahari. "Kapal juga telah dilengkapi dengan peralatan yang penting seperti remotely operated vehicle (ROV), cable plough, cable engine dan peralatan-peralatan penting lainnya sehingga mumpuni untuk melakukan penggelaran kabel bawah laut baik di kedalaman atau water depth tinggi maupun sedang," tandasnya.

Direktur Keuangan Triasmitra, Vidcy Octory menambahkan, investasi yang dibutuhkan untuk menggelar kabel laut Rising-8 ini sekitar US$ 70-100 juta. "Untuk pendanannya, kita ada dari lembaga pembiayaan. Saat ini prosesnya sudah mau financial closing,” jelas Vidcy. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Triasmitra Bangun Kabel Laut Canggih Kapasitas 25 Terabyte. Please share...!

Back To Top