2023, Bayan Bidik Produksi Batu Bara Naik Lewati 45 Juta Ton

Direktur dan Chief Development Officer Bayan Resources Russell Neil


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Emiten batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menargetkan produksi batu bara tahun 2023 melebihi 45 juta ton, atau tumbuh dibandingkan proyeksi produksi batu bara tahun ini di bawah 40 juta ton.

"Produksi batu bara Bayan tahun ini berada di bawah 40 juta ton," ucap Direktur dan Chief Development Officer Bayan Resources Russell Neil dalam paparan publik, Senin (5/12/2022).

Sampai kuartal III 2023, volume produksi batu bara emiten bersandi saham BYAN ini telah menyentuh 27,8 juta ton dari pedoman perseroan tahun ini di kisaran 37 sampai 39 juta ton.

Menurut Neil, mayoritas alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) Bayan tahun depan akan difokuskan untuk membiayai pembangunan jalan angkutan batu bara di kawasan tambang Muara Pahu, Kalimantan Timur. Persis seperti tahun sebelumnya, sebagian besar capex digunakan untuk peningkatan fasilitas di area tambang Muara Pahu. Bukan cuma itu, tahun depan Bayan akan melakukan penambahan fasilitas di area tambang batu bara di Balikpapan dan ditargetkan tuntas pada tahun 2024. "Jadi capex tahun 2023, kita masih dalam proses persiapan dan dalam proses memperoleh persetujuan. Jadi, saya belum bisa memberikan lebih lengkap mengenai hal ini," terang Neil.

Di samping meningkatkan fasilitas tambang di Balikpapan, Neil menyampaikan bahwa tahun depan Bayan sudah menjalin kontrak untuk pembangunan fasilitas panel surya atau Solar PV sebesar 1,5 megawatt di fasilitas angkutan batu bara. Angka itu relatif kecil, tetapi menurut Neil, fasilitas panel surya tersebut akan menjadi tahap pertama yang Bayan bangun di tahun 2023. "Tahun depan, kami akan memperluas fasilitas kamp dan fasilitas angkutan batu bara," ujarnya.

2023, Harga Batu Bara Konservatif

Sementara perihal harga batu bara tahun depan, Neil bersumsi bahwa harga batu bara tahun depan akan bergerak lebih konservatif dibandingkan harga batu bara pada tahun ini yang sudah menunjukkan performa luar biasa. "Jadi, kalau kami melihat ramalan McCloskey dan McKinsey soal harga batu bara tahun depan sepertinya akan lebih rendah dibandingkan tahun ini. Jadi, kami berasumsi harga batu bara tahun depan lebih konservatif. Karenanya, harga penjualan rata-rata batu bara kita kemungkinan akan lebih rendah daripada tahun ini," tuturnya.

Lebih jauh, perseroan juga menanggapi mengenai perkembangan Dimethyl Ether (DME). Soal itu, Neil menyebut, perseroan akan melakukan investigasi lebih dulu. Sebab bagaimanapun, proyek DME membutuhkan biaya yang besar. Apalagi, saat ini perseroan sedang tidak fokus pada DME, tetapi lebih menekankan pada rencana ekspansi pertumbuhan secara organik. "Termasuk dalam waktu dekat, kami juga belum memiliki rencana untuk aksi korporasi. Karena baru-baru ini, kami baru saja melakukan stock split secara efektif pada Jumat lalu," tutup Neil. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading 2023, Bayan Bidik Produksi Batu Bara Naik Lewati 45 Juta Ton. Please share...!

Back To Top