BPH Migas: Pembatasan Pembelian Pertalite Belum Berlaku

Kepala BPH Migas Erika Retnowati (tengah), didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Direktorat Jenderal Migas KESDM Maonang Harahap (kedua kiri), Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KESDM Ida Nuryatin Finahari (kedua kanan), Executive Vice President PT PLN Persero Dispriansyah (kanan), dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, saat membuka Posko Nasional Sektor ESDM, di Jakarta, Senin, 19 Desember 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati memastikan kebijakan terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite belum akan berlaku di tahun ini.

Pasalnya, lanjut Erika, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 yang akan mengatur siapa saja yang berhak membeli solar subsidi dan Pertalite saat ini masih dalam pembahasan. "Revisi Perpres saat ini masih dalam pembahasan bersama. Tetapi kami dalam waktu dekat akan mengajukan dari Menteri ESDM akan ajukan lagi ke presiden," kata Erika, Senin (19/12/2022).

Erika berharap kebijakan pembatasan pembelian BBM bisa segera dirampungkan, sehingga konsumsi BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran, dan juga agar konsumsi jenis bahan bakar umum (JBU) non-subsidi bisa meningkat. Konsumsi Pertalite sendiri saat ini telah mencapai rekor tertinggi. Realisasi penyaluran BBM subsidi ini hingga 15 Desember 2022 sudah mencapai sekitar 27,8 juta kiloliter atau 93% dari kuota yang ditetapkan sebesar 29,92 juta kiloliter. Sebagai perbandingan, sebelumnya di 2015 konsumsi Pertalite mencapai 379.960 kiloliter, di 2016 5,8 juta kiloliter, 2017 14,4 juta kiloliter, 2018 17,7 juta kiloliter, 2019 19,4 juta kiloliter, 2020 18,1 juta kiloliter, dan di 2021 sebanyak 23,2 juta kiloliter.

Meskipun konsumsinya meningkat, Erika menegaskan, stok BBM masih cukup hingga akhir 2022. Saat ini, stok Pertalite cukup untuk 20-21 hari ke depan, sehingga dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan selama natal dan tahun baru. "Sampai tanggal 15 kemarin terakhir, konsumsi Pertalite mencapai kurang lebih 93%. Ini akan cukup sampai akhir tahun," kata Erika.

Selain Pertalite, BBM jenis lainnya secara umum juga aman untuk memenuhi keburuhan selama Nataru, baik gasoline, gasoil, kerosene maupun Avtur, dengan ketahanan stok di atas 17 hari. Kondisi stok LPG nasional juga dijaga dalam kondisi aman, dengan coverage days LPG nasional berkisar 15-17 hari. Ketersediaan LPG dijaga dengan penambahan pasokan LPG, baik fakultatif maupun extra dropping atau apabila diperlukan. "Rata-rata alokasi harian agen/penyalur LPG tabung 3 Kg untuk bulan Desember 2022 ini akan lebih tinggi 8,97% dari bulan November 2022," ujar Erika. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading BPH Migas: Pembatasan Pembelian Pertalite Belum Berlaku. Please share...!

Back To Top