Indosat Ooredoo dan Mustika Ratu Bakal Miliki Saham Garuda

Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia (Foto: istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai total Rp 5,18 triliun. Sejumlah kreditur yang akan menyerap saham Garuda di antaranya PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) dan PT Indosat Tbk (ISAT). Dalam prospektus yang disiarkan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/12/2022), Garuda Indonesia akan melaksanakan private placement dengan cara melaksanakan konversi atas obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp 1 triliun. Hal ini dilaksanakan berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan Obligasi Wajib Konversi No. 28 tanggal 28 Desember 2020 antara GIAA sebagai penerbit dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemegang obligasi.

"Perjanjian Penerbitan WK tersebut telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GIAA pada 20 November 2020, dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 5.102.040.816 saham Seri C bernilai Rp 196 per saham," demikian keterangan Garuda.

Emiten pelat merah ini akan melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan Perjanjian Perdamaian pada 17 Juni 2022 yang telah dihomologasi dan disahkan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 27 Juni 2022. Perjanjian ini telah memperoleh kekuatan hukum tetap melalui Putusan Mahkamah Agung No. 1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 yang diputus pada 26 September 2022. "Sebagaimana telah disetujui oleh RUPSLB Perseroan pada 14 Oktober 2022, dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 21.329.763.265 saham Seri C senilai Rp 196 per saham,” tulis manajemen perseroan, Garuda Indonesia.

Beberapa kreditur itu di antaranya adalah Watiga yang bakal mempunyai 3.924.563.023 saham Garuda, ORIX Aviation Systems Limited yang akan memiliki 1.339.802.612 saham GIAA, Sky High XXX Leasing Company Limited 1.162.370.881 saham, dan Jin Shan 9 Ireland Company Limited yang nantinya bakal menggenggam 1.071.655.465 saham GIAA setelah private placement. Totalnya ada 167 kreditur dan 107 pemegang sukuk yang akan mengkonversi utangnya jadi saham Garuda. Selain nama-nama di atas, pada keterbukaan informasi Garuda juga disebutkan beberapa emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bakal melakukan konversi utang jadi saham Garuda, yakni PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) yang akan mengkonversi utang jadi 313.605 saham GIAA dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang bakal mengkonversi utang menjadi 1.186.595 saham GIAA.

Private placement berupa konversi OWK dan konversi utang kreditur tersebut akan dilaksanakan pada 28 Desember 2022, dengan pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 30 Desember 2022. Aksi korporasi ini dilakukan perseroan dalam rangka perbaikan posisi keuangan, sebagaimana dimaksud Pasal 3 huruf (a) POJK 14/2019. Perlu diingat, berdasarkan Pasal 5 PP 44/2005 Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal negara pada BUMN dan Perseroan Terbatas, konversi OWK merupakan suatu penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada BUMN yang di dalamnya telah terdapat saham milik negara. Oleh karenanya, sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (4) UU 19/2003 tentang BUMN, penambahan PMN melalui konversi OWK ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Pada 12 Desember 2022, pemerintah menerbitkan PP 51/2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia Tbk. Sedangkan berdasarkan Pasal 9 ayat (1) PP 44/2005, penerbitan saham baru sehubungan dengan konversi utang kreditur dalam rangka restrukturisasi yang mengakibatkan terdilusinya kepemilikan saham pemerintah di perseroan merupakan suatu pengurangan persentase PMN pada BUMN yang di dalamnya telah terdapat saham milik negara. Oleh karena itu, sesuai Pasal 4 ayat (4) UU 19/2003 tentang BUMN, pengurangan PMN melalui konversi OWK ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Pada hari yang sama, maskapai penerbangan Indonesia ini mendapat dukungan PMN Rp 7,5 triliun. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, penerimaan PMN tersebut turut memperkuat upaya Garuda dalam mengakselerasikan pemulihan kinerja usaha. Hal ini diselaraskan dengan komitmen pemerintah melalui realisasi PMN sebagai dukungan terhadap langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional. Irfan mengatakan, diterimanya dana PMN tersebut menjadi milestone tersendiri bagi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk terus memberikan kontribusi optimal bagi masyarakat di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor pariwisata. Kontribusi tersebut di antaranya diwujudkan melalui peningkatan aksesibilitas dan penyediaan layanan penerbangan baik yang aman, nyaman, dan berdaya saing. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Indosat Ooredoo dan Mustika Ratu Bakal Miliki Saham Garuda. Please share...!

Back To Top