Industri Mainan Tahan Banting Hadapi Gejolak Ekonomi

Vice President dan General Manager PT Mattel Indonesia (PTMI), Roy Tandean di sela-sela acara peresmian molding center baru PTMI di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Desember 2022


CIKARANG (IndonesiaTerkini.com)- Vice President dan General Manager PT Mattel Indonesia (PTMI), Roy Tandean menegaskan bahwa industri mainan termasuk industri yang tahan banting terhadap gejolak ekonomi. Karena itu, pihaknya, tidak terlalu khawatir menghadapi tantangan resesi ekonomi tahun 2023 mendatang.

"Industri toys (mainan) menurut saya salah satu industri yang sangat resillient, tahan banting terhadap gejolak ekonomi. Meskipun dua tahun kemarin ada banyak sekali challenge, tetapi industri mainan tetap bagus," ujar Roy di sela-sela acara peresmian molding center baru untuk Barbie dan Hot Wheels, Kamis (8/12/2022).

Menurut riset yang dilakukan the NPD Group di 12 negara, penjualan industri mainan meningkat sebesar 2%, mencapai US$ 36,7 miliar secara year-to-date hingga September 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan naik 30% jika dibandingkan dengan US$ 28,3 miliar yang dihasilkan pada 2019 sebelum pandemi. Adapun mainan terlaris 2022 adalah Pokemon, diikuti oleh Star Wars, Barbie, Marvel Universe, dan Hot Wheels.

Roy mengakui pihaknya sudah melihat situasi pasar industri mainan termasuk di masa pandemi Covid-19. Dia pun optimistis menghadapi tahun 2023 mendatang. "Saya sendiri masih cukup optimistis melihat kondisi pasar. Saya juga paham dengan adanya tekanan-tekanan makro ekonomi. Tetapi apa yang kami lihat sekarang ini saya rasa masih cukup positif," tandas dia.

Meskipun demikian, kata Roy, pihaknya tetap mengambil langkah-langkah antisipatif menghadapi ancaman resesi global tahun depan tersebut. Salah satunya, tutur dia adalah melakukan transformasi digital termasuk bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. "Kita bertransformasi secara digital, industri 4.0, berpartnership dengan kementerian perindustrian, bagaimana juga menambah teknologi, agar bagaimana kita bisa produksi (mainan) lebih efisien,” ungkap Roy.

Selain, lanjut Roy, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menggenjot pasar domestik. Pasalnya, selama ini, 100% produk Mattel untuk diekspor. "Kita harap pasar domestik tumbuh karena 100% produk kami ekspor," pungkas Roy.

Diketahui, PTMI hari ini meresmikan molding center baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dengan peresmian ini, PTMI berpotensi menciptakan 2.500 lapangan kerja baru dan saat terdapat 9.000 karyawan yang bekerja di PTMI. Selain itu, PTMI juga akan memproduksi 3 juta boneka barbie dalam seminggu memproduksi sebanyak 156 juta boneka barbie dalam setahun. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Industri Mainan Tahan Banting Hadapi Gejolak Ekonomi. Please share...!

Back To Top