Kehadiran idFintechScore Perkuat Bisnis Fintech Lending

(Ki-Ka) Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi dan Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) Yohanes Arts Abimanyu dalam peluncuran IdFintechScore, di Yogyakarta, 13 Desember 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkolaborasi bersama lembaga pengelola informasi perkreditan PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) untuk meluncurkan layanan IdFintechScore, produk credit scoring untuk memperkuat mitigasi risiko kredit sektor konsumtif di industri fintech p2p lending.

Direktur Utama IdScore Yohanes Arts Abimanyu mengungkapkan, fintech lending sektor konsumtif saat ini bisa membidik peluang penyaluran pinjaman yang lebih tinggi lagi dengan memanfaatkan credit scoring yang didesain khusus sesuai karakteristik bisnisnya. Hasil analisa akan lebih spesifik, akurat dan tajam guna menjaga kualitas portfolio pinjaman sekaligus membuka potensi bisnis ke depan. "Mengoptimalkan pemanfaatan credit scoring di lingkungan fintech lending, perlu dilakukan penyesuaian scoring model guna mempertajam akurasi agar hasil analisa sesuai dengan risk appetite, proses bisnis, dan segmen pasar," ujar Abimanyu, Rabu (14/12/2022).

Menurut Abimanyu, keunggulan IdFintechScore terletak pada scoring model yang menggunakan parameter dan variabel spesifik. Hal ini berguna ketika mendalami karakter peminjam, seperti payment behaviour, recent over-indebtedness dan tingkat utilisasi fasilitas yang dimiliki. Terlebih, lanjut dia, bisnis fintech lending terutama sektor konsumtif memiliki karakteristik yang berbeda dengan pinjaman konvensional di perbankan. "Perbedaan itu mencakup sisi fitur dan jenis produk, segmen dan target pasar, pengukuran risiko termasuk tingkat kolektibilitas borrower," tandasnya.

Sementara, Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan, kolaborasi AFPI dengan IdScore sebagai bagian dari ekosistem pendukung untuk memperkuat industri fintech lending, khususnya dalam rangka memitigasi risiko terkait credit scoring. "Keberadaan IdFintechScore ini diharapkan memperkuat industri fintech lending dari kredit macet, dimana saat ini AFPI juga sudah memiliki Fintech Data Center (FDC). Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas pinjaman khususnya kepada borrower yang memiliki credit scoring baik," jelas Adrian.

Di sisi lain, AFPI juga menjalin kolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dalam bentuk business matching untuk menjadi financial gate atau channeling kepada masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Dalam hal ini, AFPI akan mempertemukan BNI dan ekosistemnya dengan 102 penyelenggara fintech lending.

Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan, pendekatan kolaborasi dengan berbagai lembaga jasa keuangan dapat menjadikan industri fintech lending sebagai pemain penting. Fintech lending bisa terlibat langsung mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi khususnya sebagai financial gate bagi masyarakat melalui akselerasi layanan keuangan digital. "Pelaksanaan business matching dengan BNI ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya kolaboratif yang diharapkan dapat mendorong pemanfaatan fintech lending untuk membantu masyarakat secara lebih luas. Kolaborasi ini juga menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui inovasi keuangan digital," tandas Sunu. (ym)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kehadiran idFintechScore Perkuat Bisnis Fintech Lending. Please share...!

Back To Top