Marger Indihome dan Telkomsel Tingkatkan Efisiensi Induk Usaha

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah mengatakan rencana merger antara kedua anak perusahaan, yakni Indihome dan Telkomsel, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja perseroan.

“Kalau dilihat dari segi konsolidasi tidak akan terlalu terlihat. Yang pasti akan memberikan manfaat berupa efisiensi dari segi belanja modal atau capital expenditure, kedua dari segi operational expenses dan memberikan upside revenue nantinya kepada perseroan,” jelas Ririek, Kamis (8/12/2022).

Ririek tak menampik bahwa Telkomsel menjadi penyumbang pendapatan terbesar dari perseroan, namun secara historis sumbangsih pendapatan dari Telkomsel kepada induk usaha menurun. Meski demikian, Ia tak khawatir lantaran anak usaha lainya seperti PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan juga PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) yang pendapatannya terus menunjukan perkembangan positif. “Sebenarnya dominansi pendapatan Telkomsel kepada kita itu bukan sesuatu yang jelek juga, nah tapi yang saat ini kita usahakan bagaimana kita mengandalkan Telkomsel,” ujarnya.

Untuk diketahui, hingga kuartal III-2022 Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel berhasil membukukan lonjakan pendapatan sebesar 11,5% menjadi Rp 5,6 triliun. begitu juga dengan laba bersih yang juga melesat 18,1% menjadi Rp 1,22 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,03 triliun.

Menurut Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyatakan bahwa Mitratel terbukti memiliki track record yang baik dalam pengembangan bisnis tower sejak tahun 2010 baik secara organik maupun anorganik. Pertumbuhan bisnis perusahaan di periode kuartal I – III 2022 tercatat terus konsisten tumbuh lebih besar dari pertumbuhan industri dengan menorehkan rata-rata pendapatan selama 5 tahun atau Compound Annual Growth Rate 2017-2021 (CAGR) sebesar 14%. "Hal inilah yang menjadikan profitabilitas Mitratel naik lebih signifikan dibandingkan tahun lalu. Ke depan kami meyakini EBITDA semakin meningkat seiring besarnya peluang pertumbuhan kolokasi di menara Mitratel, terutama di luar Jawa,” ungkap Theodorus.

Sementara itu, dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, pada tahun 2023 mendatang, Telkom telah menyiapkan berbagai strategi utama Five Bold Moves yang dijalankan demi memaksimalkan peluang, meningkatkan daya saing, dan value creation. Hal ini dilakukan perseroan untuk menghadapi tahun 2023 yang penuh dengan tantangan khususnya bagi pelaku bisnis dan korporasi dari berbagai sektor industri termasuk telekomunikasi.

Ririek memaparkan sejak 2020 Telkom telah mencanangkan transformasi dimana dua tahun pertama perseroan akan fokus pada membangun fundamental untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan agar lebih sehat. Dua tahun berikutnya dimulai dari tahun ini, Telkom mencanangkan Five Bold Moves yakni lima program utama yang akan menjadi value creation ke depan. "Hingga 2024, diharapkan Telkom sudah dapat menikmati hasilnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Telkom masih cukup menjanjikan tidak hanya dari sisi top line, tapi juga middle, dan bottom line,” pungkasnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Marger Indihome dan Telkomsel Tingkatkan Efisiensi Induk Usaha. Please share...!

Back To Top