PP Presisi Raih Kontrak Jasa Tambang Nikel Rp 1,8 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Presisi Tbk (PPRE), di Jakarta, Rabu, 20 April 2022


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menjelang tutup tahun, PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali kantongi kontrak baru dengan nilai jumbo yakni Rp 1,8 triliun untuk jasa tambang nikel secara berkesinambungan pada proyek Weda Bay Nickel yang berlokasi di Halmahera. Dengan demikian, hingga November 2022 kontrak baru yang diperoleh perseroan telah mencapai Rp 5 triliun atau mencapai 86% dari target kontrak baru 2022 sebesar Rp 5,9 triliun.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar menyebutkan, bahwa dalam kontrak baru itu perseroan akan mengerjakan jasa pengangkutan hasil tambang atau hauling services. Untuk diketahui, lingkup pekerjaan pada lini jasa pertambangan yang telah dikerjakan oleh PP Presisi mulai dari mining development infrastructure seperti pekerjaan pembangunan dan maintenance jalan hauling, pembangunan infrastructure lainnya, hingga mining contractor yakni overburden hingga hauling services. "Kontrak baru tersebut selaras dengan fokus bisnis perseroan pada sektor jasa pertambangan sebagai kontraktor jasa pertambangan. Repeat Order dari scope of work hauling services pada kontrak baru tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada kami dengan mengutamakan time delivery dan quality delivery yang dapat memberikan value added bagi stakeholder,” ujar Rully Noviandar, Senin (12/12/2022).

Ia juga mengumumkan, dengan diperolehnya kontrak baru pada jasa pertambangan ini maka terjadi shifting proyek dari civil work ke mining services sebesar 59% dan civil work 38%. Peralihan ini menandakan bisnis jasa pertambangan akhirnya mendominasi sebagian besar kontrak dari PPRE. Sementara, lini bisnis supporting yaitu production plant, structure work dan rental equipment sebesar 3%. Selain itu competitiveness perseroan juga meningkat dengan perolehan kontrak eksternal alias Non PP Group sebesar 93% dan internal PP Group 7%. Tahun depan, PP Presisi menargetkan pendapatan mampu bertumbuh hingga 20%-25% pada 2023. Target ini akan dicapai dengan winning strategi yang sudah disiapkan oleh perseroan.

Rully Noviandar menjelaskan, winning strategi yang dimaksud yakni optimalisasi alat berat, peningkatan kapasitas keuangan, peningkatan kapabilitas SDM, penerapan sistem SCM tersentralisasi, dukungan IT and equipment technology, serta peningkatan tata kelola perusahaan. "Diharapkan melalui upaya-upaya tersebut, fokus kami pada jasa pertambangan yang terintegrasi dapat segera terwujud yang akan memberikan better profit, better cashflow dan pada akhirnya meningkatkan nilai tambah bagi stakeholder,” jelas Rully.

Soal komposisinya, Rully menambahkan, diproyeksikan didominasi oleh jasa pertambangan atau mining services yang ditargetkan mampu menyumbang pendapatan lebih dari 50%. Sebagai informasi jasa pertambangan yang ditawarkan oleh PP Presisi meliputi jasa tambang nikel, bauksit dan juga batu bara. "Sedangkan sisanya akan ditopang oleh pekerjaan sipil atau construction services," ujarnya. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading PP Presisi Raih Kontrak Jasa Tambang Nikel Rp 1,8 Triliun. Please share...!

Back To Top