Tahun Depan, TOTL Optimistis Raup Pendapatan Rp 2,3 Triliun

Alvin Gozali, President Director PT Putragaya Wahana (kiri) dan Janti Komadjaja, President Director PT Total Bangun Persada Tbk (kanan), di acara seremoni topping off Luminary Tower, Thamrin Nine, Jumat, 10 Desember 2021


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) targetkan pada tahun depan mampu kantongi pendapatan hingga Rp 2,3 triliun. Optimisme ini sejalan dengan tren kebutuhan pengerjaan konstruksi bangunan yang diproyeksikan meningkat ketimbang tahun 2022.

Dalam riset Indo Premier Sekuritas yang dikutip Rabu (14/12/2022) manajemen TOTL menyebutkan dengan pendapatan tersebut, diharapkan perseroan dapat mengantongi laba bersih hingga Rp 95 miliar.

"Untuk memuluskan rencana ini, perseroan akan fokus pada spesialisasi yang dimiliki, yakni konstruksi bangunan premium bertingkat tinggi. Di samping itu, perseroan juga tetap akan berupaya menjaga cash flow dengan hati-hati,” jelas manajemen.

Lebih lanjut, manajemen mengungkapkan saat ini tengah terlibat ke dalam beberapa proses tender dengan besaran Pipeline bernilai Rp 10 triliun. Tender tersebut meliputi bangunan Perkantoran, industri, apartemen, Mixed-Used, Hotel, Data Center, pendidikan, hingga Rumah Sakit.

Soal belanja modal atau capital expenditure/capex, pada tahun depan perseroan mengalokasikan belanja capex sebesar Rp 3 miliar. Rencananya, dana capex itu akan digunakan untuk peralatan proyek, peralatan IT dan software IT.

Berdasarkan catatan, Total Bangun Persada berhasil mencatatkan perolehan kontrak senilai Rp 2,2 triliun sampai dengan Oktober 2022. Angka tersebut telah melampaui target kontrak yang ditetapkan perseroan untuk tahun 2022 senilai Rp 2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Anggie S Sidharta menjelaskan, nilai kontrak yang diperoleh perseroan sampai dengan akhir Oktober 2022 sekitar Rp 2,2 triliun dengan proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industri. Sedangkan kinerja keuangan perseroan sampai September 2022, TOTL mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,74 triliun sampai kuartal III-2022, naik 28,32% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,36 triliun. Dengan jumlah laba kotor hingga kuartal III-2022 sebesar Rp 210 miliar atau naik 27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 166 miliar. Selain itu,TOTL akan mengincar perolehan kontrak baru sebesar Rp 2,6 triliun pada 2023. “Target perolehan kontrak baru tahun 2023 adalah sebesar Rp 2,6 triliun. Dengan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 95 miliar,” ujar Sekretaris Perusahaan Total Bangun Anggie S Sidharta.

Hingga saat ini, Anggie menambahkan proyek yang ditangani berupa gedung multi fungsi (mixed use), perkantoran, edukasi, hotel, pusat perbelanjaan, dan industry.Dengan nilai proyek yang sedang dihitung oleh perseroan saat ini sebesar Rp 10 triliun. Di mana proyek swasta mendominasi portofolio perseroan.Dengan rinciannya, perkantoran 27%, industri 24%, apartemen 22%, bangunan multi fungsi 15%, hotel 6%, pusat data 3%, edukasi 2% dan rumah sakit 1 %. "Manajemen sedang mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek tersebut tetapi keputusan masih belum diambil,nilai kontrak hanya untuk estimasi, angka akhir dapat bervariasi,” papar Anggie.

Tender Rp 10 Triliun

Untuk kini, perseroan sedang mengikuti tender dengan besaran besaran Rp 10 triliun. Dengan proyek industri, perkantoran,apartemen, hotel, rumah sakit. Namun saat ini, menurut Anggie, IKN sedang membentuk struktur yang memang bukan spesialisasi dari perseroan. "Manajemen sedang mengikuti proses tender untuk mendapatkan proyek tersebut tetapi keputusan masih belum diambil. Nilai kontrak hanya untuk estimasi, angka akhir dapat bervariasi,” papar Anggie. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tahun Depan, TOTL Optimistis Raup Pendapatan Rp 2,3 Triliun. Please share...!

Back To Top