AAJI Yakin Kanal Distribusi Asuransi Jiwa Tumbuh di 2023

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu (tengah) bersama Committee Chair of MDRT Day Indonesia 2022 Kennedy Sumarlie (kiri) dan Country Chair MDRT Indonesia Dedy Setio memberikan keterangan terkait penyelenggaraan Million Dollar Round Table (MDRT) Day Indonesia 2022 di Jakarta


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Transisi dari pandemi menjadi endemi menjadi angin segar bagi pertumbuhan industri asuransi jiwa. Kanal distribusi keagenan bersiap untuk melanjutkan pertumbuhan di tahun 2023.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyampaikan, dengan dicabutnya masa PPKM secara menyeluruh oleh pemerintah, diharapkan kanal distribusi ini akan kembali menjadi corong utama pertumbuhan industri asuransi jiwa. Dampak positif dari kondisi pascapandemi adalah sebagian masyarakat sudah lebih memahami pentingnya perlindungan asuransi jiwa. "Hal ini tercermin dari konsistensi pertumbuhan total tertanggung yang terjadi sepanjang tahun 2022, tentunya hal ini menjadi peluang berkembangnya kanal distribusi keagenan untuk semakin memperluas pemasarannya," jelas Togar, Senin (23/1/2023).

Mengacu data AAJI, jalur distribusi keagenan tumbuh tipis 1,3% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 44,10 triliun sampai dengan kuartal III-2022. Pertumbuhan ini untuk kali pertama terjadi sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada medio Maret 2020.

Togar menilai, pemerintah telah berhasil menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di masa pandemi. Hal ini menjadi salah satu harapan industri untuk tetap bertumbuh, kendati tahun 2023 pun banyak diramal menjadi saat yang sulit dan menantang. Risiko keuangan akibat perlambatan ekonomi tentunya berpotensi menjadi semakin tinggi. Tenaga pemasar bukan hanya bertugas memasarkan produk tapi juga menjadi pendamping bagi masyarakat khususnya nasabah asuransi jiwa untuk merencanakan keuangan jangka panjangnya. "Di tengah ancaman perlambatan ini, peran perencana keuangan tenaga pemasar sangat dibutuhkan oleh masyarakat guna memberikan rekomendasi produk asuransi jiwa yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat untuk mengantisipasi risiko keuangan," ungkap Togar.

Di kesempatan terpisah, Director and GM Agency Manulife Indonesia Novita Rumngangun menerangkan, kanal keagenan memiliki nilai lebih karena tatap muka langsung dengan nasabah. Kembalinya aktivitas normal dari pembatasan sosial menjadi angin segar karena terbuka kesempatan bagi agen dan nasabah untuk bertemu secara langsung. "Aktivitas kita dengan para agen yang datang ke kantor juga saling memotivasi satu sama lain. Jadi terlihat dari numbers kita di kuartal III-2022 yang terus naik. Trennya berlanjut (2023), tapi kita juga melihat beberapa momentum. Kita melakukan kegiatan dan persiapan untuk tahun ini," ujar Novita.

Oleh karena itu, perusahaan sudah mulai agresif bahkan sejak awal tahun ini untuk kembali melakukan roadshow di beberapa kota di Indonesia. Langkan ini menjadi penting untuk kembali menggugah semangat para agen sekaligus mengingatkan nasabah terhadap kepemilikan proteksi asuransi yang masih aktif. "Jadi bukan hanya mengingatkan mereka terhadap produk-produk terbaru, tapi mengingatkan produk-produk eksisting. Karena apa? Nasabah-nasabah ini perlu terus diberikan edukasi. Dua tahun lalu nasabah beli produk asuransi, mereka bisa saja lupa punya manfaat apa saja," kata Novita. (sd)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading AAJI Yakin Kanal Distribusi Asuransi Jiwa Tumbuh di 2023. Please share...!

Back To Top