BPOM Bersama Dexa Group Edukasi Publik tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik

Direktur Utama Dexa Medica, V. Herry Sutanto (kiri) dan Kepala BPOM RI Penny K. Lukito (tengah)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Industri farmasi dalam negeri bertaraf internasional, Dexa Group berpartisipasi dalam ajang Expo Sistem Pengawasan Produk Life Cycle Obat dan Makanan yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Acara ini merupakan ajang edukasi dari Badan POM selaku regulator dan industri farmasi hingga makanan-minuman terkait proses produksi dari hulu ke hilir yang sesuai standar kepada masyarakat, khususnya para pelajar.

“Saya mendapat inisiatif untuk membuka open house ini, karena sangat penting melakukan edukasi kepada masyarakat. Tentunya Badan POM tidak sendirian, bersama-sama dengan industri dan kementerian/lembaga lainnya. Selain menjadi konsumen yang cerdas, diharapkan para pelajar lebih memahami fungsi regulator dan pengawas obat dan makanan dan mendorong untuk mendukung pengembangan dunia usaha,” kata Kepala Badan POM Penny K. Lukito dalam acara Expo Sistem Pengawasan Produk Life Cycle Obat dan Makanan yang diselenggarakan di Gedung Badan POM RI, Jakarta, 12 Januari 2023.

Menurut Penny, masyarakat harus paham bagaimana proses produksi obat-obatan berbasis kimia, obat herbal, suplemen kesehatan, dan produk-produk lain yang dikonsumsi. Ia pun mencontohkan bagaimana obat dari bahan alam harus melalui proses riset hingga uji klinis sebelum dikonsumsi oleh masyarakat sehingga produknya aman, berkualitas, dan berkhasiat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Dexa Medica V. Hery Sutanto mengatakan bahwa Dexa Group berkomitmen untuk menerapkan sistem jaminan mutu dalam setiap proses pembuatan produk. "Kami dari industri farmasi khususnya Dexa Medica sangat terbantu oleh pembinaan dan pengawasan dari Badan POM. Standar pengawasan dari BPOM menurut kami sangat tinggi, itu dibuktikan dari approval-approval dari Badan POM itu diakui sehingga kami bisa mengekspor produk ke berbagai mancanegara di Asean, Eropa, Afrika dan Amerika,” kata V. Hery Sutanto.

Hery menambahkan, Dexa Group juga telah mengembangkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dari kekayaan alam Indonesia. Badan POM merupakan mitra strategis Dexa Group dalam pengembangan OMAI yang teruji klinis sehingga menyandang sertifikat fitofarmaka dan telah diekspor ke mancanegara. "Ini membuktikan bahwa peran Badan POM sangat nyata, kami menyampaikan rasa syukur terima kasih karena diajak untuk berpartisipasi untuk memberikan komunikasi kepada masyarakat,” imbuh Hery.

Dexa Group berkomitmen memastikan sistem jaminan mutu dan proses pembuatan produk obat sesuai dengan aturan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Farmakope dan penerapan Monitoring Efek Samping Obat (MESO atau Farmakovigilans) yang dimulai dari proses pengembangan produk hingga produk berhasil dipasarkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan mutu, keamanan, dan kualitas obat sebelum dikonsumsi.

Pada ajang ini Dexa Group menghadirkan booth Life Cycle Product Obat Dexa Group yang menampilkan miniatur lini produksi likuida untuk mengedukasi proses pembuatan obat sirup yang sesuai dengan CPOB dan CPOTB dan standar yang ditetapkan BPOM untuk menerapkan aspek-aspek mutu pada setiap tahapan proses pengembangan, pembuatan, dan distribusi obat agar dapat diterima dengan aman dan terjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.

Pengunjung booth Dexa Group tampak antusias dengan games edukatif dan interaktif yang menghadirkan pertanyaan seputar OMAI hingga kemandirian obat dan bahan baku obat. (pr)

Labels: Ekonomi

Thanks for reading BPOM Bersama Dexa Group Edukasi Publik tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik. Please share...!

Back To Top