Serangan Siber di Komputasi Awan dan Metaverse Jadi Tren 2023

Forum Digital BUMN (Fordigi) menyelenggarakan Indonesia Metaverse Show 2023 di Smart Auditorium, Telkom Landmark Tower Jakarta, pada Rabu (18/1/2023)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Peningkatan serangan siber di komputasi awan dan metaverse menjadi tren keamanan 2023. Hal itu diungkapkan Palo Alto Networks, yang merupakan perusahaan keamanan siber Amerika Serikat (AS). Palo Alto menyebut ada lima tren pada keamanan siber di Asia Pasifik sepanjang 2023. Disebutkan, serangan siber berpotensi terjadi pada adopsi pemanfaatan komputasi awan hingga potensi serangan siber pada metaverse.

"Ada banyak inovasi teknologi yang luar biasa saat ini berkembang. Namun selalu ada celah yang dicari peretas untuk mendapatkan keuntungannya. Maka dari itu prediksi yang didasarkan analisis kami penting untuk diketahui dan menjadi perhatian bagi banyak pihak," kata Field Chief Security Officer APAC Palo Alto Networks Ian Lim, Rabu (18/1/2023).

Saat ini, tren adopsi konektivitas 5G rupanya dapat menimbulkan kerentanan. Konektivitas 5G di Asia Pasifik tergolong cepat. Bahkan di Singapura misalnya, sudah 95 persen wilayahnya telah terlayani 5G di 2023, lebih cepat dua tahun dari target regulasi yakni 2025. Meski dikenal membawa banyak manfaat, jaringan 5G memiliki tingkat kerentanan karena dibangun dengan basis berupa cloud.

"Walaupun cloud memberikan kelincahan, skalabilitas, dan kinerja yang lebih besar, pemanfaatan teknologi cloud turut mengekspos core 5G ke kerentanan keamanan cloud. Serangan skala besar bisa datang dari mana saja, bahkan dari dalam jaringan operator," tambah Director Industry 4.0 Palo Alto Networks Jepang dan APAC Alex Nehmy menyampaikan kerentanan keamanan siber dalam jaringan 5G.

Di tempat terpisah, pada Rabu (18/1/2023), Forum Digital BUMN (Fordigi) menyelenggarakan Indonesia Metaverse Show 2023 di Smart Auditorium, Telkom Landmark Tower Jakarta.

“Dengan acara Indonesia Metaverse Show 2023 ini, diharapkan dapat mendukung perkembangan teknologi digital yang dapat diimplementasikan ke berbagai kegiatan baik hari-hari maupun kegiatan usaha dan bisnis," kata Ketua Umum Fordigi M Fajrin Rasyid.

Indonesia Metaverse Show 2023 turut serta dihadiri oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Bapak Tedi Bharata, serta 5 Kepala Bidang Forum Digital BUMN (Fordigi).

Indonesia Metaverse Show 2023 bertujuan menjadi wadah bagi Fordigi untuk menyampaikan informasi terkini yang berkaitan dengan AI, blockchain, metaverse untuk mendukung inovasi BUMN. Acara ini juga diharapkan mampu untuk mengembangkan strategi adopsi teknologi yang efektif di lingkungan BUMN serta mewujudkan Satu Data BUMN untuk mendukung pengelolaan BUMN yang efektif. Hal yang selaras juga disampaikan oleh Tedi Bharata selaku Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN bahwa FORDIGI diharapkan menjadi mitra Kementerian BUMN untuk mengakselerasi transformasi digital dengan mengadakan acara-acara seperti Indonesia Metaverse Show 2023 ini.

Tedi juga mengharapkan agar generasi muda untuk bisa menjadi pelaku UMKM berbasis teknologi serta agar dunia meta dapat juga digunakan oleh para pelaku UMKM untuk bersaing di dunia internasional. Selain 5 bidang dari Fordigi, Indonesia Metaverse Show 2023 juga memperkenalkan salah satu programnya yaitu Fordigi Goes to Campus untuk memperkenalkan dan mendukung generasi muda untuk aktif dalam mengetahui dan mempelajari perkembangan teknologi digital dalam seluruh kegiatan termasuk dalam memulai dan memanfaatkan teknologi yang ada. (ym)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Serangan Siber di Komputasi Awan dan Metaverse Jadi Tren 2023. Please share...!

Back To Top