![]() |
| Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso (kiri) dan CMO Lion Parcel Kenny Kwanto (kanan) |
JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sepanjang 2025, Lion Parcel memperkuat fondasi layanan lewat peningkatan kapabilitas infrastruktur operasional di berbagai aspek. Penguatan ini dilakukan melalui ekspansi fasilitas hub, yang kini dilengkapi mesin X-ray di sejumlah kota strategis.
Mesin X-ray tersebut juga telah dipadukan dengan teknologi AI untuk membantu proses identifikasi dan penyortiran barang yang akan dikirim melalui jalur udara. Selain itu, Lion Parcel mengoptimalkan armada serta memperkuat sumber daya manusia guna menjaga keandalan layanan.
Di sisi lain, Lion Parcel turut mengimplementasikan teknologi AI untuk memvalidasi bukti pengiriman secara lebih efektif. Melalui analisis berbagai parameter pendukung, teknologi ini membantu memastikan kepatuhan terhadap prosedur pengiriman sekaligus meningkatkan akurasi dan keandalan layanan.
Pada aspek customer experience, adaptasi teknologi juga terus ditingkatkan. Virtual Assistant LIONA kini mengadopsi model Generative AI terbaru yang mampu memahami percakapan lebih mendalam, sehingga respons kepada pelanggan menjadi lebih relevan dan humanis.
Dengan kapabilitas tersebut, LIONA diklaim telah menjawab lebih dari 80% kebutuhan pelanggan, sekaligus membantu tim Customer Service agar dapat lebih fokus pada penanganan kebutuhan yang lebih kompleks dan strategis.
“Selama 13 tahun perjalanan Lion Parcel, kami terus membangun fondasi bisnis secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur dan jaringan serta optimalisasi teknologi di sepanjang 2025 adalah komitmen kami memastikan Lion Parcel siap melayani pengiriman pelanggan di berbagai segmen,” kata Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso.
Strategi sambut peak season Ramadan
Memasuki 2026, Lion Parcel menegaskan fokus baru yang tidak hanya bertumpu pada kecepatan dan jangkauan. Budi Santoso menyebut, setelah perusahaan meng-cover 98% wilayah Indonesia dan memiliki keunggulan kecepatan berkat dukungan armada pesawat sendiri, prioritas berikutnya adalah reliability atau keandalan.
“Di 2026 kita akan fokus ke mana? Kalau di logistik, biasanya yang penting speed, scalability, reliability. Speed, kami yakin sudah bisa berkompetisi untuk speed, karena kita juga didukung oleh airline, jadi bagian itu lebih cepat. Scalability bagian ini sudah cover 98%, sekarang kita akan fokus ke reliability (keandalan) di 2026,” ujar pria yang biasa dipanggil Busan ini.
Sejalan dengan momentum ulang tahun ke-13, Lion Parcel juga memperkuat kesiapan layanan menjelang Ramadan 2026 yang menjadi salah satu periode peak season industri logistik. Penguatan dilakukan di berbagai aspek operasional, mulai dari penambahan kapasitas gudang, armada, hingga penyiapan sumber daya manusia secara temporary untuk menjaga keandalan layanan saat permintaan pengiriman meningkat.
Selain operasional, Lion Parcel turut mengoptimalkan customer experience dengan memperkuat aspek people dan system. Dari sisi people, tim layanan pelanggan dipersiapkan agar dapat memberikan respons yang lebih cepat dan informatif.
Sementara dari sisi sistem, perusahaan meningkatkan kapabilitas teknologi dan sistem pendukung agar pelanggan memperoleh informasi secara lebih transparan dan akurat. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga selama periode puncak pengiriman.
“Melalui penguatan operasional dan peningkatan kualitas customer experience menjelang Ramadan, kami ingin memastikan pelanggan tetap memperoleh layanan yang andal di tengah meningkatnya permintaan. Di saat yang sama, kehadiran promo 13.13 merupakan bentuk apresiasi kami sekaligus upaya untuk membantu pelanggan memenuhi kebutuhan pengiriman mereka dengan lebih mudah dan terjangkau di periode Ramadan 2026,” papar Budi. (sd)
Thanks for reading Sambut Peak Season, Lion Parcel Fokus Perkuat Reliabilitas Layanan pada 2026. Please share...!
