AMD Perkuat Peran dalam Misi Luar Angkasa, Dukung Era Baru Eksplorasi NASA

ist


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices (AMD) semakin menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam eksplorasi luar angkasa, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi dalam misi modern yang dipimpin oleh NASA.

Dalam beberapa tahun terakhir, NASA mulai beralih dari misi jangka pendek menuju kehadiran berkelanjutan di Bulan serta eksplorasi ruang angkasa dalam. Perubahan ini menuntut sistem komputasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga otonom dan mampu bekerja dalam kondisi ekstrem.

AMD hadir menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan teknologi komputasi canggih, termasuk CPU, GPU, FPGA, dan system-on-chip (SoC) adaptif. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data secara real-time langsung di luar angkasa (edge computing), sehingga mengurangi latensi dan ketergantungan pada komunikasi dengan Bumi.

Dukung Misi Besar seperti Artemis dan NISAR

Misi besar seperti Artemis II dan NISAR menjadi contoh nyata meningkatnya kebutuhan akan komputasi berbasis AI di luar angkasa. Dalam misi-misi ini, AMD berperan dalam mengolah data dalam jumlah besar menjadi informasi yang dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan.

Teknologi AMD juga telah digunakan dalam berbagai misi sebelumnya, termasuk rover Mars Perseverance serta misi asteroid OSIRIS-REx.

Kolaborasi dengan Industri Antariksa Global

Selain NASA, AMD juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi luar angkasa. Salah satunya adalah Blue Origin yang menggunakan SoC adaptif AMD Versal™ AI Edge Gen 2 untuk komputer penerbangan pada lander Mark 2, yang ditargetkan mendarat di Bulan paling cepat tahun 2028.

Di Jepang, NEC memanfaatkan teknologi AMD untuk membangun konstelasi satelit komunikasi optik pertama, yang mampu meningkatkan kecepatan dan efisiensi transmisi data antar satelit.

Komputasi di Bulan dan Luar Angkasa Dalam

Salah satu tantangan utama dalam eksplorasi Bulan adalah keterbatasan bandwidth dan tingginya latensi komunikasi dengan Bumi. Untuk itu, AMD menghadirkan SoC tahan radiasi yang mampu memproses data langsung di orbit atau permukaan Bulan.

Pendekatan ini memungkinkan sistem luar angkasa untuk:

  • Menganalisis data sensor secara real-time
  • Mengurangi ketergantungan pada komunikasi ke Bumi
  • Meningkatkan otonomi sistem dalam kondisi ekstrem

Fleksibel dan Bisa Diperbarui di Orbit

Keunggulan lain dari teknologi AMD adalah kemampuannya untuk dikonfigurasi ulang (reconfigurable). Sistem berbasis FPGA memungkinkan:

  • Pembaruan algoritma setelah peluncuran
  • Implementasi model AI baru
  • Optimalisasi performa sepanjang misi

Hal ini membuat sistem tetap relevan meskipun misi berlangsung selama bertahun-tahun.

Menuju Kepemimpinan Baru di Luar Angkasa

Dengan meningkatnya kompleksitas misi luar angkasa, kebutuhan akan teknologi yang andal dan adaptif menjadi semakin penting. AMD, melalui portofolio komputasi canggihnya, berperan sebagai tulang punggung dalam mendukung ambisi eksplorasi luar angkasa modern.

Kombinasi antara performa tinggi, efisiensi, dan ketahanan terhadap kondisi ekstrem menjadikan AMD sebagai salah satu pilar utama dalam upaya memperkuat kepemimpinan Amerika Serikat di luar angkasa, sekaligus membuka jalan bagi era baru eksplorasi yang lebih cerdas dan otonom. (red/dri)

Labels: IPTEK

Thanks for reading AMD Perkuat Peran dalam Misi Luar Angkasa, Dukung Era Baru Eksplorasi NASA. Please share...!

Back To Top