JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perbanas Institute menegaskan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri keuangan melalui penyelenggaraan CEO Lecture 2026 bertajuk "Banking Outlook & Transformation" di Jakarta, pada Kamis (30/4/2026). Forum ini menyoroti integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan strategi organisasi dalam menjaga pertumbuhan perbankan yang berkelanjutan.
Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec., menyatakan bahwa transformasi perbankan saat ini telah melampaui sekadar adopsi teknologi. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berintegritas menjadi fondasi utama dalam menghadapi disrupsi digital.
“Transformasi digital membutuhkan kesiapan dari sisi organisasi, kompetensi, dan integritas dan itulah yang kami tanamkan kepada mahasiswa,” tegas Prof. Hermanto dalam sambutannya di Kampus Perbanas.
Hadir sebagai pembicara utama, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, Hendra Lembong, membagikan perspektif nyata mengenai dinamika industri. Ia menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak dimulai dari kecanggihan alat, melainkan kesiapan struktur internal perusahaan.
“Teknologi bukan hal pertama yang perlu diubah. Yang utama adalah transformasi organisasi. Ketika organisasi siap, teknologi akan mengikuti,” jelas Hendra di hadapan lebih dari 300 peserta.
Hendra memaparkan strategi BCA dalam membangun ekosistem digital, termasuk pengembangan 90% aplikasi secara mandiri (in-house) dan pemanfaatan AI untuk memperkuat cybersecurity, credit scoring, hingga deteksi penipuan (fraud detection). Ia juga menggarisbawahi bahwa inovasi harus tetap inklusif dan mengutamakan pengalaman pengguna (user experience) agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Acara yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-57 Perbanas Institute ini menjadi bagian dari inisiatif Vision Forum 360 Perbanas Solution. Melalui kolaborasi ini, Perbanas Institute berupaya memperkuat perannya sebagai Center of Excellence yang menghubungkan riset akademis dengan praktik nyata di lapangan, mulai dari program magang hingga pengembangan kompetensi digital bagi calon bankir masa depan.
Prof. Hermanto secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Hendra Lembong atas partisipasinya menjadi pembicara utama. Menurut dia, BCA adalah contoh sukses di sektor perbankan yang dapat mengimplementasikan digitalisasi namun tetap terukur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Hendra Lembong berbagi wawasan dan pengalaman nyata kepada mahasiswa serta peserta. BCA merupakan contoh sukses transformasi digital perbankan di Indonesia, dan kegiatan ini memberi pembelajaran langsung bagi generasi muda yang kelak akan berperan di sektor keuangan,” tandas Prof. Hermanto. (sd)
Thanks for reading Perbanas Institute Gandeng BCA Bedah Strategi Transformasi Digital di Perbankan. Please share...!
